Nabi Uzair bin Imron Abdulloh

Nabi Uzair bin Imron Abdulloh
Bitoqoh

Nabi Isa Bin Maryam Hamba Alloh

لاإلـــــــــه الا إلله
محـمد رســــــول الله عزيـر بن عمران عـبد الله
عيـسى بن مريـم عبـد الله أم مريـم امـــــة الله
هـي ليـست بالصـاحبــة علـيهم صـــــلاة الله

Senin, 28 November 2011

Kisah Nabi Isa ‘alaihis salam; Nabi yang Lahir di Bawah Pohon Kurma

NABI ISA ADALAH HAMBA ALLOH BUKAN ANAK ALLOH
Kisah Nabi Isa ‘alaihis salam; Nabi yang Lahir di Bawah Pohon Kurma
Penutur Ulang Lukman Hakim Zuhdi

Seorang nabi sekaligus manusia pertama di dunia, yakni Nabi Adam ’alaihis salam, muncul ke alam ini tanpa melalui proses kelahiran sebagaimana lazimnya. Ia tidak memiliki Bapak dan Ibu. Demikian pula keberadaan istri Nabi Adam, yaitu Siti Hawa, yang diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam. Allah SWT kembali menunjukkan kekuasaan-Nya melalui lahirnya Nabi Isa ’alaihis salam. Nabi Isa tidak mempunyai Ayah. Ia hanya memiliki Ibu bernama Siti Maryam.

Pada zamannya, Siti Maryam dikenal sebagai seorang gadis suci yang pandai menjaga diri. Sehari-hari waktunya hanya dihabiskan sendirian di dalam kamar untuk beribadah kepada Allah SWT. Ia tidak pernah keluar rumah, apalagi berbicara dengan laki-laki. Tidak ada satu pria pun yang berani menyentuh kulit tubuhnya. Ia juga berasal dari keturunan dan keluarga terpandang. Ibunya bernama Hannah, istri Imran. Sewaktu kecil, Siti Maryam diasuh oleh keluarga Nabi Zakaria ’alaihis salam.

Satu saat, ketika Siti Maryam sedang khusu’ berzikir, Malaikat Jibril mendatanginya. Siti Maryam terkejut. Malaikat Jibril menjelaskan bahwa kehadirannya membawa kabar gembira. Menurut Malaikat Jibril, tidak lama lagi Siti Maryam akan memperoleh seorang bayi lelaki istimewa bernama Isa Al-Masih. Dinamakan Al-Masih karena Nabi Isa mengusap bumi dan membersihkan serta usahanya untuk menyelamatkan agama dari berbagai fitnah pada zamannya. Siti Maryam justru semakin takut. Tubuhnya bertambah gemetar. Ia terus berdoa, meminta perlindungan kepada Allah SWT. Malaikat Jibril kemudian meniupkan roh ke dalam perut Siti Maryam, lalu menghilang, dan berganti menjadi cahaya yang terang benderang.

Siti Maryam termenung diliputi kesedihan. Ia berkata dalam hati, mana mungkin dirinya bisa hamil, padahal belum menikah dan tidak mempunyai suami. Hari demi hari, perutnya bertambah buncit. Rupanya ia benar-benar hamil. Anehnya, ia tidak merasa sakit atau ngidam, layaknya wanita hamil. Siti Maryam bingung, bagaimana menjelaskan semua ini kepada keluarga maupun masyarakatnya. Pasti tidak akan ada orang yang mempercayai, pikirnya.

Bayi yang Bisa Berbicara
Detik-detik kelahiran Siti Maryam sebentar lagi. Ia mendapat petunjuk dari Allah SWT supaya meninggalkan rumah dan kampungnya. Siti Maryam berjalan melewati banyak orang. Tak pelak gemparlah seluruh warga. Mereka terkejut melihat Siti Maryam sudah berbadan dua. Cemoohan dan caci maki sontak keluar dari mulut mereka. Mereka menuduh Siti Maryam telah berbuat zina. Mereka menyebut Siti Maryam perempuan tak berguna alias pelacur. Siti Maryam tidak menanggapi, meski telinganya panas dan hatinya perih. Kedua kakinya terus melangkah mantap, tanpa tujuan pasti.

Tibalah Siti Maryam di suatu tempat yang jauh dari kampungnya dan tanahnya belum pernah diinjak siapapun. Di situ banyak tumbuh pohon kurma. Ia memilih duduk bersandar, beristirahat di bawah pohon kurma yang besar dan tinggi. Tiba-tiba ia merasakan sakit pada perutnya. Akhirnya, ia melahirkan seorang bayi lelaki berwajah tampan, berkulit lembut dan putih. Seluruh proses kelahirannya tidak dibantu oleh dukun bayi, bidan maupun dokter. Selain itu, tidak ada orang yang melihat dan mengetahuinya. Tercatat dalam sejarah, Nabi Isa ’alaihis salam dilahirkan pada tahun 622 sebelum hijriah atau sebeluh masehi.

Belum hilang rasa letihnya setelah melahirkan, Siti Maryam putus asa ingin mengakhiri hidup. Ia merasa malu karena harus menanggung beban berat sepanjang hidupnya. Namun, anak yang baru dilahirkan itu spontan berkata, ”Ibu jangan bersedih hati. Semua ini karunia dari Allah SWT. Ibu, tolong gerakkan pohon kurma itu. Nanti makanan, minuman dan buah yang matang akan mendekati kita, kemudian makanlah. Niscaya hati Ibu menjadi tenang.” Siti Maryam seketika tersadar, kemudian memuji kebesaran Allah SWT.

Zaman Pembunuhan Bayi Lelaki
Beberapa waktu setelah tinggal di tempat peristirahatan, Siti Maryam berencana pulang ke rumahnya. Ia menggendong anaknya penuh cinta dan kasih sayang. Memasuki gerbang perkampungannya pada sore hari, orang-orang yang sedang berkumpul langsung menghampirinya. Mereka mengerubungi Siti Maryam sekalian menanyakan identitas bocah itu. Tetapi Siti Maryam tidak menjawabnya, sebab sudah niat berpuasa tidak mau bicara kepada siapapun. Mereka malah menyindir, meledek dan memfitnah Siti Maryam. Bahkan ada sebagian orang yang ingin mengusir Siti Maryam.

Siti Maryam hanya memberi isyarat supaya orang-orang bertanya kepada bayi yang berada dalam dekapannya. Seketika bayi itu menjawab, ”Aku Isa Al-Masih, Hamba Allah SWT yang akan diberi Kitab Injil. Suatu hari aku akan dijadikan nabi dan utusan-Nya untuk mengembalikan kalian ke jalan Allah SWT, memerintahkan shalat dan menunaikan zakat. Aku juga akan berbakti kepada Ibuku.” Orang-orang yang mendengar pernyataannya spontan tampak pucat wajahnya. Mereka tidak menyangka bayi yang baru lahir beberapa hari bisa berbicara secara lancar.

Kabar adanya bayi ajaib milik Siti Maryam segera menyebar ke penjuru negeri, termasuk sampai ke telinga para pendeta dan pembesar Yahudi. Kehidupan dan perilaku masyarakat yang selama ini sudah melenceng dari ajaran Nabi Musa ’alaihis salam dan Nabi Daud ’alaihis salam bakal segera diluruskan. Oleh karena itu, para pendeta dan pembesar Yahudi memerintahkan pengawalnya untuk menangkap Siti Maryam beserta bayinya. Selain itu, mereka mencari perempuan yang akan melahirkan dan membunuh setiap bayi laki-laki yang baru dilahirkan.

Siti Maryam sudah diberitahu oleh seseorang terkait informasi penting tersebut. Malam harinya, Siti Maryam menggendong Nabi Isa keluar dari Palestina menuju ke Mesir. Ia sangat khawatir para pengawal akan menemukan jejak, kemudian menghunuskan pedang ke tubuhnya dari arah belakang. Namun Allah SWT sudah berjanji untuk menjaganya. Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, selamatlah keduanya tiba di Mesir, negeri yang dipenuhi kebaikan dan kemuliaan. Nabi Isa tumbuh dan menjalani masa kecilnya dengan bahagia. Ia menuntut ilmu, menghadiri pertemuan serta berdiskusi dengan ulama.

Skenario Untuk Nabi Isa
Suatu hari seseorang menemui Siti Maryam. Dia memberitahu Siti Maryam agar kembali ke Palestina, sebab pendeta dan pembesar Yahudi yang ingin membunuhnya sudah mati. Dalam tempo singkat, Siti Maryam dan Nabi Isa yang menjadi dewasa sudah berada di tanah kelahirannya. Nabi Isa mulai berdakwah. Mula-mula kepada orang-orang yang dikenalnya. Ia menyerukan mereka kembali beribadah dan mengesakan Allah SWT. Mereka dianjurkan untuk meninggalkan memuja patung serta tidak mendewa-dewakan uang dan emas.

Selain itu, pada hari Sabtu Nabi Isa keluar rumah untuk memetik buah-buahan, kemudian memberikannya kepada orang yang kelaparan dan kaum fakir. Pada hari Sabtu, Nabi Isa juga menyalakan api untuk wanita-wanita tua, sehingga mereka tidak mati kedinginan. Padahal menurut keyakinan kaum Yahudi saat itu, hari Sabtu adalah hari suci. Maksudnya, mereka tidak boleh melakukan kegiatan apapun kecuali menyembah berhala. Di tempat peribadatan yang dipenuhi domba dan burung merpati itu, warga Yahudi seperti sedang meminta pengampunan dosa kepada para pendeta.
Nabi Isa sangat sedih melihat kenyataan tersebut. Sebab, banyak rakyat miskin yang tidak mampu untuk membayar pendeta agar mengampuni dosa dan kesalahannya. Nabi Isa yang terbiasa hidup sederhana terus mensyiarkan ajarannya. Sedikit demi sedikit para pengikutnya kian bertambah. Pada pendeta yang mulai berkurang wibawa maupun jumlah umatnya merasa kesal, sebab pendapatan mereka ikut menurun. Mereka menuduh Nabi Isa sebagai penyebab semua itu. Mereka merancang skenario khusus untuk menyingkirkan, mengusir, bahkan jika perlu membunuh Nabi Isa.

Seorang pengikut Nabi Isa yang mengetahui rencana itu menginformasikan kepada Nabi Isa. Nabi Isa beserta beberapa pengikutnya kemudian bersembunyi di suatu tempat. Namun, seorang sahabat dekat Nabi Isa membocorkan tempat persembunyian Nabi Isa kepada para pendeta. Akhirnya para pendeta dan pendukungnya berhasil menangkap sahabat dekat Nabi Isa yang wajahnya sangat mirip dengan Nabi Isa. Orang itu kemudian dibunuh dengan cara disalib ditiang kayu. Padahal, Nabi Isa yang asli dan belum menikah itu telah diselamatkan oleh Allah SWT ke langit.

Sementara pengikut Nabi Isa lainnya yang selamat dari pengejaran, terus berdakwah menyebarkan ajaran Nabi Isa secara sembunyi-sembunyi. Sebelum diangkat ke langit, Nabi Isa menyampaikan kabar kepada para pengikutnya bahwa akan datang seorang nabi dan rasul bernama Ahmad. Nabi dan rasul yang dimaksud Nabi Isa ialah penutup dari seluruh nabi dan rasul, yakni Nabi Muhammad SAW. Ahmad sesungguhnya nama lain dari Nabi Muhammad SAW, yang ajarannya akan melengkapi seluruh ajaran nabi dan rasul sebelumnya.***

Jumat, 31 Desember 2010

TANGGAL1 JANUARY


1 JANUARY HARI LAKNATTULLOH
oleh Abdur Rozaq pada 30 Desember 2010 jam 14:57

TANGGAL 1 JANUARI adalah hari dimana kaum nasrani mulai mengibarkan yesus laknattuloh sebagai tuhannya, atau di mulainya kaum nasrani bersama pasukan setan2nya menyembah yesus laknatulloh...

simbolik trompet dikala kaum nasrani mengumpulkan pasukan2 dan pengikut2 nya untuk menyembah yesus laknatulloh..dan YESUS BUKAN NABI ISA



dan jika orang islam ikut meniup trompet bahkan di hari tersebut ikut merayakan atau mengucapkan selamat, berarti orang tersebut iman kepada yesus / salib , maka terlemparlah IMAN & ISLAMNYA....

kemudian maka aura2 salibiyah masuk di dalam dadanya...



PRIHATIN SEKALI YA....

orang islam banyak yang ngak tahu mereka di tipu supaya terlempar iman islamnya.../ kufur

kufur yg menumpuk akhirnya kafir seperti kaum yahud wa nashara INILAH MISI REKAYASA NASRANI YANG HALUS...



Ya Alloh ya robbana dholamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lana kunana minal KAFIRIN...



WAHAI ORANG2 MUSLIMIN WAL MUSLIMAT MARILAH INGATKAN SAUDARA KITA YANG TIDAK TAHU ATAU YANG LUPA....

MARILAH KITA BANTAH HARI LAKNAT TERSEBUT...

Rabu, 29 Desember 2010

Nabi Isa bin Maryam Mematahkan Salib di Akhir Jaman



oleh AsSalyan Darulkhodir pada 27 Desember 2010

Bulan Desember dalam kalender masehi adalah bulan dimana dirayakan hari natal atau hari yang diyakini sebagai kelahiran tuhan yesus kristus. Peringatan natal ini bila dilihat dalam pandangan musakyafah, terlihat perayaan para setan menghina Nabi Isa bin Maryam yang dihinakan sebagai anak Tuhan Allah, perayaan ini juga berarti penghinaan kepada Ibu Maryam yang dihinakan sebagai istri Tuhan Allah. Penghinaan-penghinaan itu pada dasarnya adalah penghinaan kepada Alloh SWT.

Kaum yang beriman kepada Ke Maha Esaan, ketauhidan Alloh SWT, tentunya tidak membiarkan penghinaan ini terus berlangsung. Apabila seorang yang mengaku muslim membiarkan penghinaan ini dan malahan rela dan menikmati perayaan ini, berarti orang tersebut masih belum beriman kepada ketauhidan Alloh SWT.

Tetapi dengan situasi dan kondisi kaum yang beriman kepada Ke Maha Esaan, ketauhidan Alloh SWT saat ini, ketidakrelaan terhadap penghinaan-penghinaan ini perlu dikelola dengan sebaik-baiknya, supaya tidak menjadikan kerugian yang besar bagi kaum yang beriman itu.

Tindakan mencegah dan memberantas penghinaan-penghinaan itu tidak boleh didasari oleh hawa nafsu. Pencegahan dan pemberantasaan penghinaan-penghinaan itu haruslah berdasarkan perintah Alloh SWT melalui RasulNya, serta melalui WaliNya.

Pencegahan dan pemberantasaan penghinaan-penghinaan itu secara fisik yang berdasarkan perintah Alloh SWT melalui RasulNya akan dilakukan oleh Imam Mahdi RA dan Nabi Isa bin Maryam AS, berdasarkan sabda Nabi dalam hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah SAW. bersabda: Demi Zat yang menguasai diriku. Sungguh, telah dekat waktunya Isa bin Maryam turun kepada kalian untuk menjadi hakim yang adil. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi dan tidak menerima upeti. Harta akan melimpah, sehingga tak seorang pun mau menerimanya (Shahih Muslim).

Perintah Alloh melalui RasulNya dan para Walinya saat ini untuk pencegahan dan pemberantasaan penghinaan-penghinaan itu berupa tindakan batiniyah/ruhaniyah yang perlu dilakukan oleh setiap mukminin dan mukminat.

Dalam rangka pencegahan dan pemberantasaan penghinaan-penghinaan itu berupa tindakan batiniyah/ ruhaniyah dan juga menyongsong kedatangan Imam Mahdi R.A. dan Nabi Isa bin Maryam A.S. di akhir jaman ini, wajib hukumnya bagi setiap meukmin untuk melaksanakan pekerjaan utama yang diridloi Alloh SWT., sebagaimana yang akan dilaksanakan oleh Nabi Isa bin Maryam.

Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, Nabi Isa bin Maryam A.S akan melakukan :

1. Menjadi Hakim yang adil, artinya untuk umat Islam adalah : setiap muslim diharuskan menjadi hakim yang adil, baik untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat sesuai dengan kedudukannya. Pikirkan, selesaikan, dan putuskan semua masalah dan perkara dengan seadil-adilnya, sesuai dengan Al Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW.
2. Mematahkan salib, artinya untuk umat Islam adalah : salib adalah simbol penghalang kepada jalan yang lurus, salib adalah simbol jalan yang dimurkai oleh Alloh SWT dan yang sesat, salib adalah simbol kemusyrikan yang paling munkar, yaitu menuduh Alloh SWT mempunyai anak dan istri. Untuk itu setiap muslim diharuskan mematahkan dan menghancurkan simbol salib yang ada dalam diri masing-masing, dengan cara membuat salib (dengan kayu atau bahan lain yg mudah dipatahkan) dan kemudian dipatahkan dan dihancurkan dan dibakar, sebagai simbol membantah kemusyrikan. Untuk saat ini, umat Islam dilarang melakukan perbuatan anarkis tanpa perintah Khalifah Rasulillah, yaitu mematahkan salib milik non muslim atau salib bukan miliknya sendiri.

Besar dan jenis material simbol salib yang ada dalam diri, mencerminkan besar dan nilai potensi kemusyrikan dalam diri seseorang. Misalnya besarnya salin satu meter, dengan bahan dari emas. Besar dan jenis material simbol salib itu dapat dilihat oleh seorang hamba Alloh SWT yang mendapat anugerah mukasyafah atau melihat ke dalam alam batin manusia.

Tahapan awal dalam proses mematahkan dan menghacurkan salib dala diri itu, dimulai dengan meyakini, meyakinkan dan menanamkan keyakinan dalam diri, bahwa :

Nabi Uzair bin Imron adalah hamba Alloh, Nabi Isa bin Maryam adalah hamba Alloh, Ibu Maryam adalah hamba Alloh.

Keberhasilan keyakinan dalam diri itu dapat dilihat oleh hamba Alloh yang bermukasyafah dengan melihat seberapa besar dan dari bahan apa sisa salib itu di dalam diri seseorang.

3. Membunuh babi, artinya untuk umat Islam adalah, babi adalah simbol sifat binatang yg haram dimakan, yang rakus (tamak), walaupun babi adalah binatang ternak yang jinak (bahaimiyah). Sifat babi ini seharusnya dibuang dari diri manusia sejati. Binatang lain yg sifatnya lebih baik adalah binatang ternak yg halal dimakan, tetapi tetap tidak seharusnya manusia bersifat bagai binatang ternak itu. Sifat binatang yg lebih buruk adalah binatang buas. Binatang buas itu selain tamak, juga sombong dan suka membunuh yag lain untuk memuaskan nafsu makannya (subaiyah). Makhluk yang paling buruk sifatnya adalah setan, yang suka mencelakakan manusia dan jin sebagai kesukaannya (syaithoniyah). Semua sifat binatang dan setan itu seharusnya dibuang dari diri manusia, sehingga manusia menjadi bersifat rabbaniyah, yaitu sifat manusia yang bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa.

Bentuk-bentuk ruhani manusia yg bersifat binatang atau setan itu dapat dilihat oleh hamba Alloh yang bermukasyafah.

Tahapan awal dalam proses mengalahkan dan menghilangkan bentuk ruhaniyah yg bersifat binatang atau setan itu adalah dengan pengakuan diri penuh dengan dosa dan kedzloliman, dengan banyak ber istighfar dan ber iktorob (robbanaa dzolamnaa anfusanaa ….. dst. doa nabi Adam AS).

Keberhasilan proses mengalahkan dan menghilangkan bentuk ruhaniyah yg bersifat binatang atau setan itu dapat dilihat oelh hamba Alloh yang yang bermukasyafah, masih adakah atau sudah tergantikan dengan bentuk cahaya yang menerangi alam-alam batiniyah manusia itu..

4. Tidak menerima upeti, artinya untuk umat Islam adalah, upeti adalah pemberian kepada yang sedang berkuasa. Upeti ini termasuk suap, tidak boleh diterima oleh manusia sejati yang sedang memegang kekuasaan apapun. Dengan suap atau upeti ini manusia penerima upeti bisa melakukan perbuatan yang melanggar aturan.

Urutan langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh muslim yang menginginkan menjadi manusia sejati yang bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa kepada Alloh SWT, berdasarkan hadis di atas adalah.

1. Membunuh babi dan sejenisnya.
2. Mematahkan salib.
3. Tidak menerima upeti.
4. Menjadi hakim yang adil.

Proses menjadi manusia sejati yang bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa kepada Alloh SWT perlu dibimbing oleh seorang hamba Alloh yang sebagai guru mursyid yang mendapat wewenang dari Rasulullah SAW, melalui para wali Alloh, sebagaimana firman Alloh :

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (tafsir QS 3/ Ali Imran 64).

Untuk itulah kepada kaum muslimin dan muslimat, bunuhlah babi-babi dan sejenisnya di dalam diri kita, patahkanlah salib kita yang menjadikan penghalang perjalanan yang lurus, janganlah menyuap dan menerima suap dan jadilah hakim yang adil di manapun kalian berada.

Sekian.wasalam...



Jumat, 29 Oktober 2010

GEMPA DAN BENCANA

NASEHAT SEPUTAR GEMPA DAN BENCANA

Pembaca yang budiman, Kita belum lupa peristiwa gelombang tsunami yang melibas Aceh pada pergantian tahun 2004-2005 Masehi, yang menelan korban beribu-ribu manusia dan kerusakan alam.

Tanpa terduga sebelumnya, tanggal Sabtu, 28 Rabi’ul Tsani 1427H, bertepatan dengan 27 Mei 2006M, kita dikagetkan lagi adanya gempa tektonik, dengan kekuatan 5,9 skala richter. Goncangan yang hanya berlangsung sekitar 57 detik ini telah meluluhlantakkan Klaten (di Jawa Tengah) dan Bantul (Yogya).

Beribu-ribu manusia meninggal. Tak sedikit pula korban terluka. Dari anak-anak hingga orang tua. Sekian banyak kehilangan tempat berteduh, karena rumah-rumah hancur.

Semua dicekam ketakutan. Apa disebalik hikmah dari setiap gempa yang terjadi di atas bumi Allah ini?

Berikut adalah sebuah nasihat untuk diri saya sendiri khususnya , Insya Allah bermanfaat bagi kaum Mukminin dan umat manusia pada umumnya.

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla Maha Bijaksana , Pengasih dan Penyayang dan Maha Mengetahui terhadap semua yang dilaksanakan dan ditetapkan. Sebagaimana juga Allah Azza wa Jalla Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua syari’at dan semua yang diperintahkan. Allah Azza wa Jalla menciptakan tanda-tanda apa saja yang dikehendakiNya, dan menetapkannya untuk menakuti-nakuti hambaNya. Mengingatkan terhadap kewajiban kita sebagai hamba Alloh, yang merupakan hak Allah Azza wa Jalla. Mengingatkan kita semua dari perbuatan syirik dan melanggar perintah serta melakukan yang dilarang.

Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :
"Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti".[al Israa` : 59]. FirmanNya :"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al Qur`an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu". [Fushilat : 53].

Allah Azza wa Jalla berfirman :"Katakanlah (Wahai Muhammad) : "Dia (Allah) Maha Berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan), dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebahagian yang lain". [al An’am : 65].

Semua yang terjadi di alam ini, (yakni) berupa gempa dan peristiwa lain yang menimbulkan bahaya bagi para hamba serta menimbulkan berbagai macam penderitaan, disebabkan oleh perbuatan syirik dan maksiat.

Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :

"Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)". [asy Syuura : 30].

Allah Azza wa Jalla berfirman :
"Nikmat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allah, dan bencana apa saja yang menimpamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu sendiri". [an Nisaa` : 79].

Marilah kita jauhi Perbuatan syirik dan Melakukan perintahNya serta menjauhi yang dilarang.

Apa gembongnya syirik .. yaitu menyekutukan Alloh dengan makhluk lain

Yang di perintahkan Alloh Membela agama Alloh

SURAT ATTAUBAH AYAT 30 – 32 YANG ARTINYA:

30 ).Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? ( Orang – orang yg berkata dan mengikuti perkataan orang2 yahudi yang di laknat oleh ALLOOH.)



31). Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.( MAHA SUCI dari tuduhan orang – orang yahudi, Nasrani, dan Majusi)

32). Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah ( BAHWA UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH ,ISA BIN MARYAM ABDULLOOH, UMMI MARYAM AMATULLOOH.( Dipadamkan dgn cara.) dengan mulut (ucapan- ucapan na’udzu billah mindzaliq ,seperti ayat 30 diatas) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

Mana rasa jihad kita yang katanya kita orang muslim Alloh swt secara terang terangan di fitnah oleh kaum yahud wa nashara wa majusi yg menuduh Alloh swt Yang Maha Esa mempunyai anak dan istri ( na’udzubilah )

Firman Alloh swt :
Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.( Q.s. shaff 14 )

Jadilah penolong agama Alloh..membantah fitnah kaum yahud wa nashara

Nabi Isa ibnu Maryam yg kala itu masih bayi beliau membantah kepada org yang menganggap beliau anak Alloh . dan bantahan tersebut adalah Nabi Isa adalah hamba Alloh bukan anak Alloh.

“Berkata Isa: ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, serta berbakti kepada ibuku. Dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.’ Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah,’ maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabbmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.” (Maryam: 30-37)

Lalu Alloh memberikan kekuatan kepada orang orang yang beriman ( membantah fitnah yahud wa nashara ) lalu Alloh menjadikan orang orang yang beriman yang menang atas musuh musuhnya.

Di ayat ini Cuma ada 2 golongan yaitu beriman dan kafir :

Yang beriman yaitu : “ yang menyebut atau mengucap seperti ucapan Nabi Isa ( Nabi isa bin maryam adalah hamba Alloh / Isa bnu Marya abdulloh)”

Yang Kafir yaitu : “ yang tidak mengikuti ucapan Nabi Isa ( yang membantah nabi Isa dan menuduh nabi isa anak Alloh )

Lalu bagimana dengan kita mau mengikuti golongan yang mana…..?????

Marilah kita bersama sama bersatu membantah fitnah kaum yahud wa nashara mari kita ucapkan dan gemakan lafadz: “

“LAA ILLAAHA ILALLOOH WAHDAHU LAA SYARIKALAH,

MUHAMMADUR ROSUULULLOOH UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH,

‘ISA BIN MARYAM ABDULLOOH , UMMU MARYAM AMATULLOOH

HIYA LAISAT BISHOHIBAH ‘ALAIHIMUSHOLATULLOOH,

AL KHOIRU KULLUHU MINALLOH WA SYARRU LAISA MINALLOH ’’

Untuk membela agama Alloh.
Tentang umat-umat terdahulu, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :"Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri". [al Ankabut : 40].

Maka wajib bagi setiap kaum Muslimin yang mukallaf dan yang lainnya, agar bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla, konsisten di atas din (agama)Nya yang Haq (“LAA ILLAAHA ILALLOOH WAHDAHULA SYARIKALAH, MUHAMMADUR ROSUULULLOOH UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH, ‘ISA BIN MARYAM ABDULLOOH , UMMU MARYAM AMATULLOOH, HIYA LAISAT BISHOHIBAH ‘ALAIHIMU SHOLATULLOOH , AL KHOIRU KULLUHU MINALLOH WA SYARRU LAISA MINALLOH’’ , serta waspada terhadap semua yang dilarang, yaitu berupa perbuatan syirik menyekutukan Alloh dan diam tidak membantah Alloh di sekutukan orang yang diam berarti setujuberarti sama seperti kafir..

Supaya kita semua selamat dari seluruh bahaya fitnah kaum yahud wa nashara di dunia dan akhirat, serta Allah dan menganugerahkan kepada kita semua segala jenis kebaikan.

Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla : "Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". [al A’raaf : 96].

Allah Azza wa Jalla berfirman tentang Ahli Kitab :"Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (al Qur`an) yang diturunkan kepada mereka dari Rabb-nya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka". [al Maidah : 66].

Diriwayatkan dari ‘Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullah, bahwa saat terjadi gempa, dia menulis surat kepada pemerintah daerah agar bershadaqah.Diantara faktor terselamatkan dari segala keburukan, yaitu pemerintah segera memegang kendali rakyat dan mengharuskan agar konsisten dengan al haq,menerapkan hukum Allah Azza wa Jalla di tengah-tengah mereka, memerintahkan kepada yang ma’ruf serta mencegah kemungkaran.

Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta'at kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". [at Taubah:71].

Allah berfirman :
"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (yaitu)orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan". [al Hajj : 40-41].

Allah Azza wa Jalla berfirman :
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya". [ath Thalaaq : 2-3].

Ayat-ayat tentang hal ini sangat banyak.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa menolong saudaranya, maka Allah Azza wa Jalla akan menolongnya" [6]. [Muttafaq ‘alaih].

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Barangsiapa yang membebaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah Azza wa Jalla akan melepaskannya dari satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan akhirat.

Barangsiapa memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, maka Allah Azza wa Jalla akan memudahkan dia di dunia dan akhirat.

Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah Azza wa Jalla akan selalu menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya [7]. [Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya].

Hadits-hadits yang semakna ini banyak, Marilah kita tegakan“LAA ILLAAHA ILALLOOH WAHDAHU LAA SYARIKALAH, MUHAMMADUR ROSUULULLOOH UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH, ‘ISA BIN MARYAM ABDULLOOH , UMMU MARYAM AMATULLOOH , HIYA LAISAT BISHOHIBAH ‘ALAIHIMUSHOLATULLOOH,AL KHOIRU KULLUHU MINALLOH WA SYARRU LAISA MINALLOH ’’
Hanya kepada Allah kita memohon agar memperbaiki kondisi kaum Muslimin, memberikan pemahaman agama dan menganugerahkan kekuatan untuk istiqamah, segera bertaubat kepada Allah dari semua fitnah yahud wa nashara dan perbuatan dosa yang selama ini kita perbuat.

Semoga Allah memperbaiki kondisi para penguasa kaum Muslimin; semoga Allah menolong al haq melalui mereka serta menghinakan kebathilan, membimbing mereka untuk menerapkan syari’at Allah Azza wa Jalla atas para hamba.

Dan semoga Allah melindungi kita dan seluruh kaum Muslimin dari fitnah dan jebakan setan yang menyesatkan. Sesungguhnya Allah Maha Berkuasa untuk hal itu.

AMIN…

Kisah Nabi Uzair bin Imron (seorang hamba Alloh)

Kisah Nabi Uzair bin Imron (seorang hamba Alloh)
Kisah Nabi Uzair bin Imron (seorang hamba Alloh)

Oleh Syekh Hamzah Ghozali

Al Qur’an Surat ke 2 Al Baqoroh ayat 259 :

"Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Alloh menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Alloh mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapa lama kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari". Alloh berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Alloh menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: "Saya yakin bahwa Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS 2 Al Baqoroh 259).

Hadis Nabi SAW

Hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abdulloh bin Abdurrohman bin Abu Bakar AsShidiq, di Kitab Nuril Akwan yang ditulis oleh Abi Hasan Al Bishri, Rasulullah SAW bersabda :

Man syahida anna ‘Uzair ‘abdullohir Rokhman, fatahalloohu abwaabal jannah wa ba’ada ‘anhu makayidas syaitooni wa hasyarohu ma’a ‘ibadir Rokhmaan (wa dzalikas syahadah ba’da syahadatillaah wa syahadati Rasuulih).

Artinya : Barang siapa bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Uzair itu adalah hamba Allooh yang maha pemurah, maka Alloh membukakan baginya pintu surga dan menjauhkannya dari rekayasa setan dan menyatukannya bersama hamba-hamba Alloh yang maha pemurah. (Syahadat ini dibaca setelah syahadat kepada Alloh dan RasulNya)

Hadis Nabi SAW yg diriwayatkan Ubadah bin Ash-Shamit r.a. berkata: Nabi saw. Bersabda: Siapa yang membaca asyadu anlaa ilahaillallah wahdahu laa syariika lahu wa anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu, wa anna Isa ‘abdullahi wa rasuluhu (wabnu amatihi) wa kalimatuhu alqaaha ila Maryam waruhun minhu, wal jannatu haq wannaru haq.

Artinya : Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan Selain Allah yang Esa dan tidak bersekutu, dan bahwa nabi Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya, dan bahwa Isa juga hamba Allah dan utusan-Nya (putra dari hamba-Nya), dan kalimat Allah yang telah diturunkan kepada Maryam, juga Isa sebagai ruh yang diciptakan allah, dan surga itu haq(benar) juga neraka haq(benar), pasti Allah akan memasukkannya kedalam surga meskipun bagaimana amalnya).(Yakni jika dibaca dengan penuh iman keyakinan).

Kisah Nabi Uzair AS.
Nabi Uzair AS adalah seorang hamba Alloh yang hidup pada jaman antara Nabi Shaleh AS dan Nabi Ibrahim AS, yaitu sekitar 5000 sampai dengan 4000 tahun sebelum kelahiran Nabi Isa AS.

Nabi Uzair AS adalah seorang Nabi dan Rasul utusan Alloh SWT, satu diantara 313 Rasul utusan Alloh.

Dari segi bahasa, kata UZAIR berasal dari kata AZARO, yang artinya "mengkoreksi", yaitu mengkoreksi kebenaran dengan kebenaran yang sebenarnya dan mengkoreksi kesalahan menjadi suatu kebenaran yang semestinya.

Suatu saat Nabi Uzair AS berjalan-jalan dengan keledainya, sehingga sampai ke suatu wilayah yang sunyi dan yang telah hancur, yang sangat gersang dan tidak ada satupun tanamannnya yang hidup. Wilayah itu kira-kira berada di daerah Mesir yang berbatasan dengan negeri Palestina.

Beliau kemudian, turun dari keledainya dan bersujud kepada Alloh SWT, dengan berkata "Bagaimana Alloh menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?.

Mendengar perkataan beliau itu, kemudian Alloh SWT menidurkan atau mematikan beliau dan memanggilnya untuk pindah ke alam batiniyyah selama 100 tahun. Dalam tidur/matinya itu, beliau berkumpul dengan para nabi terdahulu dan melalui para nabi itu Alloh mengajarkan berbagai ilmu kepada beliau, terutama ilmu pengelolaan negara.

Setelah 100 tahun tertidur itu, Alloh SWT membangunkan atau menghidupkan kembali beliau dengan jasadnya sebagaimana semula saat mulai tertidur. Kemudian Alloh bertanya kepada beliau: "Berapa lama kamu tinggal di sini?" Beliau menjawab: "Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari". Alloh berfirman:"Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Alloh menghidupkanyang telah mati) beliau pun berkata: "Saya yakin bahwa Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS 2 Al Baqoroh 259).

Setelah bangun/hidup kembalinya Nabi Uzair AS dari tidur/kematiannya itu, beliau mengelola wilayah itu, dari kegersangan, kesunyian tanpa kehidupan sampai menjadi suatu wilayah dengan masyarakat yang beriman kepada Alloh SWT yang sejahtera. Beliau mengelola wilayah itu selama 75 tahun. Tersebarlah keadaan beliau dan wilayah itu ke semua penjuru bumi hingga ke kerajaan Namrud (jaman sebelum kelahiran Nabi Ibrahim AS).

Kemudian tentara kerajaan Namrud itu menyerang wilayah itu, sehingga akhirnya beliau dipindahkan dan diangkat oleh Alloh SWT ke alam batiniyyah, sebagaimanayang terjadi pada Nabi Isa AS.

Setelah kehilangan Nabi Uzair AS, rakyat di wilayah itu menjadi kebingungan karena tidak ada pengelola wilayah yang mampu meneruskan tata kelola wilayah nya sebaik Nabi Uzair AS. Maka datanglah sesosok setan yang berjasad manusia dan berkata kepada penduduk daerah itu, "Jika kamu sekalian menginginkan keadaan sejahtera lagi, maka buatlah patung Uzair, dan sembahlah dan mintalah kepada patung itu, karena Uzair adalah anak Alloh (audzubillahi min dzalik), kata si setan laknatullohalaih itu.

"Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruhkamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Alloh apa yang tidak kamu ketahui. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Alloh," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami"."(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?" (QS 2 AlBaqoroh 169-170).

Maka patung itu diwujudkan oleh Raja Namrud dan dijadikan sesembahan. Demikianlah jadinya Raja Namrud menyembah patung Uzair.

Dan terjadilah kekosongan keimanan kepada Alloh SWT di negerimitu dan mereka mendewakan patung Uzair sehingga Alloh SWT mengutus Nabi Ibrahim AS bin Tarih bin Azir untuk memperingatkan Raja Namrud dan penduduk kerajaannya.

"Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka" (QS 4 An Nisa 117).

"Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Aazar: "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata". (QS 4 4 Al An’aam 74).

Kemusyrikan Orang-Orang Kafir Yahudi

Kebiasaan menyembah patung Uzairi tu ditiru oleh orang-orang kafir musyrik Yahudi, sebagaimana firman Alloh SWT:

(QS 9 At Taubah 30-31)
"Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putra Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?." (QS 9 At Taubah 30)

"Mereka menjadikan rabbi-rabbi (orang-orang alimnya) dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Alloh, dan (juga mereka mempertuhankan Uzair putra Imron dan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan.(QS 9 At Taubah 31).

Mereka menirunya karena setan juga berkata atau berbisik kepada orang-orang kafir musyrik Yahudi sebagaimana setan berkata kepada orang-orang kafir yang terdahulu itu.

Orang-orang kafir musyrik Yahudi, melalui rabbi-rabbinya membuat-buat kisah Nabi Uzair itu, seakan-akan Nabi Uzair itu adalah dari golongan Bani Israel, sebagaimana kisah-kisah israiliyat yang sering didengar oleh kalangan umat Islam.

Disinyalir patung-patung Uzair itu diwujudkan oleh orang-orang kafir musyrik Yahudi, sampai saat ini, untuk dijadikan sesembahan dalam rangka memperoleh kekuasaan dan kekayaan duniawi dengan membolehkan segala cara. Melalui kemusyrikan itulah setan dengan mudah membantu orang-orang kafir musyrik Yahudi dalam menguasai dunia sampai saat ini.

Oleh karena itu setan akan sangat marah apabila kaum muslim yang beriman, mengatakan bantahan kemusyrikan orang-orang kafir musyrik Yahudi dengan kalimat bantahan :

Nabi Uzair adalah hamba Alloh dan hayatNya (Uzair 'abdulloh wa hayatuh),

karena setan sulit merekayasa atau mengganggu mereka yang mengucapkan kalimat itu dengan keyakinan..

Hal ini sesuai dengan hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abdulloh bin Abdurrohman bin Abu Bakar AsShidiq, di Kitab Nuril Akwan yang ditulis oleh Abi Hasan Al Bishri, Rasulullah SAW bersabda :

Man syahida anna 'Uzair 'abdullohir Rokhman, fatahalloohu abwaabal jannah wa ba'ada 'anhu makayidas syaitooni wa hasyarohuma'a 'ibadir Rokhmaan (wa dzalikas syahadah ba'da syahadatillaah wa syahadatiRasuulih).

Artinya : Barang siapa bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Uzair itu adalah hamba Alloh yang maha pemurah, maka Alloh membukakan baginya pintu surga dan menjauhkannya dari rekayasa setan dan menyatukannya bersama hamba-hamba Alloh yang maha pemurah. (Syahadat ini dibaca setelah syahadat kepada Alloh dan RasulNya)

Kesimpulan :

Berdasarkan Al Qur’an Surat Al Baqoroh 259, At Taubah 30-31 dan Hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abdulloh bin Abdurrohman, serta Hadis Nabi SAW yg diriwayatkan Ubadah bin Ash-Shamit r.a. berkata: Nabi saw. Bersabda: Siapa yang membaca asyadu anlaa ilahaillallah wahdahu laa syariika lahu wa anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu, wa anna Isa ‘abdullahi wa rasuluhu (wabnu amatihi) wa kalimatuhu alqaaha ila Maryam waruhun minhu, wal jannatu haq wannaru haq. (Aku percaya bahwa tiada Tuhan Selain Allah yang Esa dan tidak bersekutu, dan bahwa nabi Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya, dan bahwa Isa juga hamba Allah dan utusan-Nya (putra dari hamba-Nya), dan kalimat Allah yang telah diturunkan kepada Maryam, juga Isa sebagai ruh yang diciptakan allah, dan surga itu haq(benar) juga neraka haq(benar), pasti Allah akan memasukkannya kedalam surga meskipun bagaimana amalnya).(Yakni jika dibaca dengan penuh iman keyakinan).

Maka seharusnya kaum yang beriman kepada Alloh Yang Maha Esa, selalu berdzikir dengan kalimat thoyyibah :

Asyhadu an laa ilaa ha ilallooh, wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna Muhammadur Rasululloh, al khotimu anbiya wa laa nabiya ba’da, wa anna Uzair anna ‘Uzair ‘abdulloohir Rokhman, wa anna ‘Isa abdulloh wa rosuuluh, wa anna Ummu Maryam amatulloh, hiya laisat bishohibah.


Kalimah thoyyibah ini akan memperkuat keimanan dan menjadikan benteng terhadap segala fitnah, makar, gangguan atau rekayasa setan yang terkutuk, terutama sekali pada saat menghadapi sakaratul maut

Sekian.........

Selasa, 20 Juli 2010

Turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam di Akhir Zaman


Nabi Isa ‘alaihissalam adalah HAMBA ALLOH.

Muara dari kisah Nabi Isa ‘alaihissalam masih samar bagi sebagian kaum muslimin. Terlebih hal ini terancukan oleh keyakinan Nasrani yang meyakini bahwa Isa telah wafat karena disalib. Bagaimana kisah sebenarnya dari nabi Isa ‘alaihissalam ini?

Siapakah Isa Al-Masih ?
Beliau adalah Isa bnu (putra) Maryam, seorang hamba Allah (Abdulloh) dan utusan-Nya serta Nabi-Nya. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Nabi Isa ‘alaihissalam sendiri, seperti yang dikisahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat-ayat Al-Qur`an:Yang artinya:

“Berkata Isa: ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, serta berbakti kepada ibuku. Dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.’ Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah,’ maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabbmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.” (Maryam: 30-37)

“Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil.” (Az-Zukhruf: 59)

“Al-Masih putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang membenarkan, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memerhatikan ayat-ayat Kami itu).” (Al-Ma`idah: 75)

Ayat yang menegaskan demikian cukup banyak, apa yang disebutkan sudah cukup menjelaskan siapakah Nabi Isa ‘alaihissalam.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu ‘anhu juga disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa bersaksi bahwa tiada ilah yang benar kecuali Allah satu-satu-Nya, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad hamba dan Rasul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba dan Rasul-Nya serta kalimat-Nya yang Allah lontarkan kepada Maryam, dan bahwa surga itu benar dan neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya ke dalam Al-Jannah sesuai dengan amalnya.” (Shahih, HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, Nabi Isa ‘alaihissalam sama sekali tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan, sehingga tidak berhak untuk diibadahi atau dipertuhankan. Sebagaimana juga beliau adalah seorang rasul yang berhak untuk mendapatkan hak-haknya sebagai rasul, sehingga harus diimani kerasulannya, dicintai dan dihormati yang semua itu tidak melebihi kedudukannya sebagai Hamba Alloh. Tidak boleh pula dihinakan atau dilecehkan, lebih-lebih dikatakan sebagai putra Alloh. ( Na’dzubilah…)

Sifat Fisik Nabi Isa ‘alaihissalam
Beliau adalah seorang lelaki yang postur tubuhnya tidak tinggi tidak pula pendek, kulitnya kemerahan, dadanya bidang2, rambutnya lurus, melebihi ujung telinganya, telah beliau sisir dan memenuhi antara dua pundaknya3. Rambutnya meneteskan air seolah-olah baru keluar dari kamar mandi.

Sikap yang benar terhadap Nabi Isa
Sesungguhnya Nabi yang mulia ini memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam. Namun tidak diketahui oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani atau mereka pura-pura bodoh terhadapnya dalam realita mereka, atau dalam keyakinan serta tulisan-tulisan mereka. Islam telah memenuhi kedudukan mulia tersebut, menetapkannya dengan sebaik-baiknya, serta menyempurnakannya. Islam juga bersikap obyektif dalam banyak ayat yang jelas dan mulia. Hanya apa yang ditetapkan Islam itulah yang dapat diterima oleh akal yang sehat, bukan selainnya.

Sikap yang benar terhadap Nabi Isa ‘alaihissalam adalah meyakini bahwa beliau adalah ( ABDULLOH )Hamba Allah dan Rasul-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus beliau kepada Bani Israil, ia tercipta dengan kalimat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Allah Subhanahu wa Ta’ala lontarkan kepada Maryam, beliau adalah salah satu Ulul ‘Azmi dari kalangan para Rasul, berbagai keistimewaan Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya, Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan dengan sebuah kalimat-Nya yang ditujukan kepada Maryam yaitu kata ‘kun’ (jadilah), sehingga jadilah sebuah janin pada perut Ummi Maryam, wanita mulia lagi shalihah yang tidak pernah terjamah siapapun. Ia dapat berbicara saat bayinya, Allah Subhanahu wa Ta’ala beri mukjizat berupa menghidupkan orang mati dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, menyembuhkan orang dari penyakit sopak dan bisu, serta dapat memberi tahu apa yang dimakan oleh orang-orang dan apa yang disimpan di rumah mereka.(Sebagaimana tercantum dalam surat Ali Imran: 45-50)

Atas dasar segala keistimewaan yang ada tersebut maka kita mengimaninya, mencintai, dan menghormatinya. Namun dengan segala keistimewaan yang ada tersebut, beliau tetaplah Hamba Alloh dan sebagai manusia yang tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan sehingga tidak boleh dipertuhankan, bukan Tuhan atau Anak Tuhan atau salah satu dari tiga unsur Tuhan.(Seperti Tuduhan Yahudi wa nashara )

Sikap ekstrem Nasrani ( FITNAH YAHUDI WA NASHARA )

Fitnah Kaum yahudi dan Nasrani “ Orang-orang Nasrani yang mengaku sebagai pengikut Nabi Isa meyakini bahwa Nabi Isa adalah sebagai Tuhan atau Anak Tuhan, atau dia adalah Tuhan anak yang merupakan salah satu dari tiga unsur trinitas, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Ruhul Qudus ( NA’UDZUBILAH SUMA NA’UDZUBILAH) . Masing-masing berbeda dari yang lain, akan tetapi ketiganya merupakan Tuhan yang satu.”Keyakinan semacam ini terhadap Nabi Isa ‘alaihissalam tentu keyakinan ekstrem, yang teramat keliru menurut agama Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dibawa para rasul, termasuk yang dibawa Nabi Isa ‘alaihissalam itu sendiri. Di mana keyakinan semacam ini artinya mendudukkan Nabi Isa ‘alaihissalam bukan pada tempatnya, melebihi posisinya sebagai seorang manusia.
Nabi Isa sendiri sangat mengingkari keyakinan ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan:
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan/sesembahan selain Allah?’.” Nabi Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: ‘Sembahlah Allah, Rabbku dan Rabbmu’, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (Al-Ma`idah: 116-117)

Tuduhan / Fitnah kaum yahudi wa nashara Yang menuduh Alloh yang maha suci punya anak dan istri
Ini merupakan salah satu kekafiran dan kesesatan terbesar, karena hal itu merupakan puncak celaan terhadap kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala, keagungan serta rububiyah-Nya. Tidak ada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala melainkan makhluk-Nya yang tunduk kepada keagungan dan kebesaran-Nya, serta terbebani beban ibadah kepada-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair itu putera Allah’ dan orang Nasrani berkata: ‘Al-Masih itu putera Allah.’ Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (At-Taubah: 30)

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.( ALLOH MAHA SUCI dari tuduhan orang – orang yahudi, Nasrani, dan Majusi) (At-taubah 31)

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah.( Dipadamkan dgn cara.) dengan mulut (ucapan- ucapan ‘Uzair putra Alloh dan Isa putra Alloh na’udzu billah mindzaliq ,seperti ayat 30 diatas) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. ( At-Taubah 32 ).

( Menyempurnakan cahaya ALLOH dengan cara membersihkan cahaya tersebut dari tuduhan orang –orang yahudi , nasrani dan Majusi KARENA YANG DI MAKSUD CAHAYANYA DI DALAM AYAT 32 MASIH ADA HUBUNGANNYA DENGAN AYAT 30 DAN AYAT 31 ).
( Menyempurnakan cahaya dengan cara mengucap/ membantah secara lisan bahwa= sayyidina uzair adalah hamba Alloh, Sayyidina Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam Hamba Alloh dan bukan seperti yg dikatakan oleh org2 yahudi,nasrani dan majusi bahwa sayyidina Uzair,Sayyidina Isa bin Maryam dan Ummi Maryam adalah anak dan istri Alloh swt .( Na’udzubillah mindzaliq) inilah rekayasa iblis yg tersembunyi di diri org islam yang akibatnya sangat FATAL supaya org2 Islam semua pada terjerumus pada jurang kedurhakaan, .Karena diam tanpa membantah berarti setuju, kalo setuju berarti sama seperti org2 kafir yahudi & nasrani , (NA’UDZUBILLAH MINDZALIQ )
Bukankah Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA ( Alloh tidak menghendaki orang yang tanpa mennyempurnakan Fitnah /tuduhan org2 yahudi, nasrani dan majusi , dengan cara membantah bahwasanya sayyidina uzair adalah hamba Alloh, Sayyidina Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam adalah اHamba Alloh )
ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA = ALLOH TIDAK MENGHENDAKI tanpa kecuali dari mulai orang kafir, muslim, mukmin, ustadz, Kyai,Ulama, kalau orang tersebut tidak menyempurnakan tuduhan kaum yahudi dan nasrani. Karena inilah gerbang keimanan seseorang. Karena orang islam banyak yg tidak iman.

Cahaya Alloh yang hendak di padamkan oleh yahudi dan nasrani ( ucapan Sayyidina UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH , Syyidina ISA BIN MARYAM ABDULLOOH, UMU MARYAM AMATULLOOH) di padamkan dengan ucapan Nabi Uzair putra Alloh, Nabi Isa putra Alloh, dan Ummi Maryam istri Alloh( na’udzubilah min dzalik)

Bagaimana kalau diri kita sebagai orang muslim diam saja...
Diam saja… bukankah berarti tak peduli atau diam berarti setuju..?
Bagaimana kita akan mengharapkan ridlo Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan kasih sayangnya Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan ampunan Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan pertolongan Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan RahmatAlloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan surga Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Kalau diri kita tak peduli ke Alloh, Apa diri kita tidah takut murka Alloh,
Kalau diri kita tak peduli ke Alloh, apakah diri kita tidak iman kepada Alloh
Kalau diri kita iman kepada Alloh kenapa diam saja…. Bukankah…ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA

Kalau setuju berarti jadi teman yahud wa nashara maka kafirlah nilainya…..
Kalau tidak setuju apa buktinya …..

“Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya.” (An Nisa’:59)
Tanda sebagai kita membantah / tidak setuju dengan ucapan2 kaum yahudi dan nasrani tersebut..yang memfitnah Alloh swt. dan menghina Nabi Isa as dan menghina Nabi 'Uzair dan menghina sayidah Ummi Maryam..
Membantah/ tanda tidak setuju bukanlah dengan ANARKIS / NAFSU

Dibawah ini dzikir Islam dan Iman untuk membantah fitnah orang- orang yahudi,nasrani,dan majusi.yg sekaligus sebagai Pintu gerbang IMAN KITA

“LAA ILLAAHA ILALLOOH WAHDAHULA SYARIKALAH,
MUHAMMADUR ROSULULLOOH UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH,
‘ISA BIN MARYAM ABDULLOOH UMMU MARYAM AMATULLOOH
HIYA LAISAT BISHOHIBAH ‘ALAIHIMUSHOLATULLOOH

Pintu gerbang KAFIR=
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putera Maryam’, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu.’ Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: ‘Bahwasanya Allah adalah salah satu dari yang tiga’, padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al-Ma`idah: 72-73)

“Dan mereka berkata: ‘Rabb Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.’ Sesungguhnya kamu telah mendatangkan suatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Rabb Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Rabb Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.” (Maryam: 88-93)

Ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur`an:
“Al-Masih putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang membenarkan, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memerhatikan ayat-ayat Kami itu).” (Al-Ma`idah: 75)

Ini sesuai dengan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala kisahkan tentang Al-Masih bahwa beliau mengatakan:
“Sesungguhnya Allah, Rabbku dan Rabb kalian, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” (Ali ‘Imran: 51)

Pintu gerbang IMAN
KEBALIKAN DARI PINTU GERBANG KAFIR

“LAA ILLAAHA ILALLOOH WAHDAHULA SYARIKALAH,
MUHAMMADUR ROSULULLOOH UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH,
‘ISA BIN MARYAM ABDULLOOH UMMU MARYAM AMATULLOOH
HIYA LAISAT BISHOHIBAH ‘ALAIHIMUSHOLATULLOOH


Sikap tafrith (meremehkan) Kaum Yahudi terhadap Nabi Isa ‘alaihissalam
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.” (Maryam: 37)
Dalam ayat tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala terangkan perbedaan pendapat manusia tentang Nabi Isa ‘alaihissalam, padahal telah Allah Subhanahu wa Ta’ala terangkan dengan begitu jelas siapakah sebenarnya beliau. Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan ketika menafsirkan ayat tersebut: “Yakni ucapan Ahlul kitab saling berselisih tentang Nabi Isa setelah kejelasan siapakah sebenarnya beliau dan setelah jelasnya keadaan beliau, bahwa beliau adalah hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya dan kalimat-Nya yang Allah Subhanahu wa Ta’ala lontarkan kepada Maryam serta roh dari-Nya.
‘Nabi Isa adalah hamba Alloh dan utusan-Nya’. Dan itulah kebenaran yang Allah Subhanahu wa Ta’ala bimbing kaum mukminin kepadanya.”
Dalam surat An-Nisa ayat 156 disebutkan:
“Dan karena kekafiran mereka (terhadap ‘Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar.”

Ditafsirkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan yang lain bahwa maksudnya adalah orang Yahudi Memfitnah / menuduh ummi Maryam berzina.
Ibnu Katsir rahimahullahu menjelaskan: “Dan itu sangat nampak dalam ayat, bahwa Yahudi menuduh putra Maryam dan Maryam dengan berbagai tuduhan besar, sehingga menganggap bahwa Maryam adalah pelacur dan mengandung anak hasil zina. Sebagian mereka menambahkan tuduhan bahwa ia melakukan zina dalam keadaan haid. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala timpakan pada mereka laknat-Nya yang berturut-turut, sampai hari kiamat.” (Tafsir Al-Qur`anul ‘Azhim, 1/574)
Ucapan orang-orang Yahudi itu tentu sangat berlebihan. Sebuah penghinaan yang sangat tidak pantas ditujukan pada manusia umumnya, lebih-lebih kepada seorang Nabi dan Rasul pilihan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala muliakan dengan berbagai kemuliaan, salah satu dari ulul azmi. Padahal beliau membenarkan kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa ‘alaihissalam untuk kaum Yahudi.
Dalam hal ini, Yahudi berada pada kutub yang sangat berlawanan dengan ucapan orang Nasrani.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membantah bualan orang Yahudi itu dalam ayat-ayat-Nya mulia:
“Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Qur`an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus malaikat kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: ‘Sesungguhnya aku berlindung darimu kepada Rabb Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.’ Ia (Jibril) berkata: ‘Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Rabbmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.’ Maryam berkata: ‘Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!’ Jibril berkata: ‘Demikianlah. Rabbmu berfirman: ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.’ Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.” (Maryam: 16-22)

Sampai pada firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina’, maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: ‘Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?’ Berkata Isa: ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.’ Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.” (Maryam: 27-34).

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menerangkan hakikat penciptaan Isa.
Diangkatnya Nabi Isa ‘alaihissalam dan bahwa Beliau belum Wafat
Orang-orang Yahudi mengklaim bahwa mereka telah membunuh Nabi Isa ‘alaihissalam dan mereka berbangga dengan itu. Mereka berkeyakinan bahwa orang yang terbunuh dengan disalib adalah orang yang mendapatkan laknat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tapi sungguh aneh dan disayangkan bahwa orang-orang Nasrani pun meyakini kematian Nabi Isa di tiang aslib. Ini semua karena kebodohan mereka akan hakikat apa yang terjadi pada Nabi Isa. Lebih dari itu, mereka meyakini bahwa beliau dengan kematiannya yang tersalib adalah sebagai penebus dosa-dosa anak manusia karena kesalahan Nabi Adam ‘alaihissalam. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah ampuni Adam jauh-jauh hari sebelum lahirnya Isa.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Kemudian Rabbnya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.” (Thaha: 122)
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membantah semua itu melalui ayat-ayat-Nya yang mulia:
“Dan karena kekafiran mereka (terhadap ‘Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), dan karena ucapan mereka: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah’, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (An-Nisa`: 156-159)

Di antara pengekor Yahudi dan Nasrani dalam hal kematian Nabi Isa adalah aliran Ahmadiyah-Qadyaniyyah yang telah divonis kafir oleh para ulama dan lembaga-lembaga Islam. Mereka meyakini demikian demi mencapai misi mereka, yaitu untuk menyatakan bahwa nanti yang dibangkitkan bukanlah Isa yang sesungguhnya karena ia telah wafat, tapi yang dibangkitkan adalah orang yang serupa Isa. Mereka maksudkan adalah pemimpin mereka yaitu Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadyani. Mereka sempat berdalil dengan beberapa ayat yang dianggap oleh mereka mendukung keyakinan sesat mereka. Akan datang nanti, insya Allah, bantahannya.

Dari keterangan di atas nyatalah bahwa Nabi Isa belum meninggal, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala angkat menuju kepada-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menyatakan:
“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: ‘Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya’.” (Ali ‘Imran: 54-55)
Mereka ( kaum yahudi wa nashara ) bermakar, yakni hendak membunuh Nabi Isa ‘alaihissalam dan memadamkan cahaya Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan ucapan- ucapan “uzair putra Alloh dan Isa putra Alloh Dan Umi Maryam istri Alloh ( na’udzubilah min dzaliq )
Di antara yang menunjukkan bahwa beliau masih hidup adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (An-Nisa`: 159)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa maksudnya adalah beriman dengan Nabi Isa sebelum kematian beliau. (Riwayat Ibnu Jarir rahimahullahu dan sanadnya dishahihkan Ibnu Hajar rahimahullahu. Lihat Fathul Bari, 4/492) Al-Hasan rahimahullahu mengatakan: “Maksudnya sebelum kematian Isa. Demi Allah, sungguh dia sekarang hidup di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, tapi bila beliau turun nanti semuanya akan beriman.” (Tafsir Ath-Thabari, dinukil dari Asyrathus Sa’ah hal. 346). Turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam dan Itu Sebagai Tanda Hari Kiamat Tentang turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam telah disebutkan oleh ayat Al-Qur`an yang sekaligus menunjukkan bahwa itu sebagai salah satu tanda hari kiamat.
Di antara dalil yang menunjukkan demikian adalah:
“Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil. Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar adalah tanda bagi hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (Az-Zukhruf: 59-61)

“Dan sesungguhya Isa itu adalah tanda bagi hari kiamat”, maksudnya adalah bahwa turunnya Isa termasuk tanda-tanda hari kiamat, dan dengan itu diketahui bahwa kiamat sudah dekat. Demikian menurut penafsiran Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, Adh-Dhahhak, dan As-Suddi. (Zadul Masir, 7/325, Al-Qurthubi, 16/105). Dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma membacanya dengan لَعَلَمٌ
yang berarti tanda.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentang tafsir “Dan sungguh Isa itu adalah tanda bagi hari kiamat’, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:
“Itu adalah turunnya Isa bin Maryam sebelum hari kiamat.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Bab Al-Bayan bi anna Nuzul Isa ibni Maryam min A’lamis Sa’ah, 15/228 no. 6817)
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (An-Nisa`: 159). Telah lewat tafsir Al-Hasan rahimahullahu terhadap ayat ini.

Adapun hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka cukup banyak yang menunjukkan akan turunnya Isa bahkan sampai kepada derajat mutawatir, sebagaimana disebutkan oleh para ulama hadits dan yang lain, seperti Ibnu Jarir, Ath-Thabari, Ibnu Katsir, Shiddiq Hasan Khan, Anwar Syah Al-Kasymiri, Al-Azhim Abadi, Asy-Syaikh Al-Albani6, dan akan kita sebutkan nanti sebagian ucapan mereka. Dan di sini saya akan sebutkan sebagian hadits tersebut.

1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia mengatakan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Demi Yang jiwaku ada di tangan-Nya, hampir-hampir akan turun di tengah-tengah kalian Ibnu (putra) Maryam, sebagai hakim yang adil. Ia memecahkan salib, membunuh babi, dan meletakkan (tidak memungut, pent.) jizyah, dan harta ketika itu melimpah tidak seorang pun menerimanya, sehingga satu sujud menjadi lebih baik daripada dunia dan apa yang ada padanya.” Abu Hurairah mengatakan: Bacalah bila kalian mau, ayat (artinya): Dan tidaklah seorang pun dari ahlul kitab kecuali akan benar-benar beriman kepadanya sebelum kematiannya, dan di hari kiamat nanti ia akan menjadi saksi bagi mereka.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 3264, 3/1272. Bab 50 Nuzul Isa bin Maryam ‘alaihissalam; Muslim no. 155, 1/135 Bab 71 Nuzul Isa bin Maryam Hakiman bi Syari’ati Nabiyyina Muhammad. Ini adalah lafadz Al-Bukhari)
2. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Bagaimana kalian bila turun putra Maryam di tengah-tengah kalian dan imamnya dari kalian.” (HR. Al-Bukhari, Kitab Ahaditsul Anbiya` Bab 49 Nuzul Isa ibn Maryam no. 3449; Muslim Kitabul Iman 1/135 no. 390, Bab 71 Nuzul Isa bin Maryam Hakiman bi Syari’ati Nabiyyina Muhammad cet. Darul Ma’rifah)Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma ia mengatakan: Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Masih tetap sekelompok dari umatku mereka berperang di atas kebenaran, mereka unggul sampai pada hari kiamat.” Beliau besabda: “Lalu turunlah Isa bin Maryam, lalu pemimpin kaum muslimin mengatakan: ‘Kemari, jadilah imam kami.’ Maka ia menjawab: ‘Sesungguhnya sebagian kalian pemimpin atas sebagian yang lain sebagai kemuliaan Allah atas umat ini’.” (Shahih, HR. Muslim, 2/368 Bab 71 Nuzul Isa bin Maryam Hakiman bi Syari’ati Nabiyyina Muhammad; Ibnu Hibban, no. 6819, 15/231, Bab Al-Bayan bi Anna Imama Hadzihil Ummah ‘inda Nuzul ‘Isa bin Maryam Yakunu minhum duna an yakuna ‘Isa Imamahm fi Dzalika Az-Zaman). Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
Rasulullah melihat kami dalam keadaan kami sedang saling mengingat, maka beliau mengatakan: “Sedang saling mengingatkan apa kalian? Mereka menjawab bahwa kami sedang saling mengingat hari kiamat. Beliau mengatakan: Kiamat tidak akan bangkit sehingga kalian melihat 10 tanda, lalu beliau menyebut: Asap, dajjal, binatang, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya`juj dan Ma`juj, 3 peristiwa tenggelamnya (suatu daerah, -pent) ke dalam bumi, di daerah barat, di daerah timur, dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah api yang muncul dari negeri Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya mereka.” (Shahih, HR. Muslim, Kitabul Fitan Wa Asyrathus Sa’ah, Bab Fil Ayat Allati Takunu Qabla As-Sa’ah, 18/234 no. 7214. Cet. Darul Ma’rifah. Hadits ini diriwayatkan pula oleh yang lain).
Atas dasar dalil-dalil yang ada maka kaum muslimin bersepakat akan turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam di akhir zaman, sebagaimana keterangan para ulama berikut ini:
Ibnu ‘Athiyyah rahimahullahu mengatakan: “Umat telah berijma’ atas apa yang terkandung dalam hadits yang mutawatir, bahwa Isa hidup di langit dan bahwa ia akan turun di akhir zaman. Lalu ia akan membunuh babi dan memecah salib, membunuh Dajjal, melimpahkan keadilan dan agama akan unggul –yaitu agama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam– dan beliau akan haji dan tinggal di bumi selama 24 tahun, dan dikatakan pula selama 40 tahun.
Tafsir Al-Muharrar Al-Wajiz, 3/143) As-Safarini rahimahullahu mengatakan: “Umat telah berijma’ akan turunnya Isa dan tidak ada yang menyelisihinya dari ahlu syariah (pengikut syariah). Yang mengingkari hanyalah para filosof dan atheis, yang tidak diperhitungkan penyelisihannya. Dan telah terdapat ijma’ pula bahwa ia turun dan berhukum dengan syariat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan dengan syariat yang tersendiri saat turunnya.” (Lawami’ Al-Anwar, 2/94-95)
Diantara yang menukilkan ijma’ juga adalah Al-Munawi rahimahullahu dalam kitabnya Faidhul Qadir. (Lihat Iqamatul Burhan)Dengan ini, maka hal ini menjadi aqidah muslimin. Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Al-Azhim Abadi mengatakan: “Telah mutawatir berita dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal turunnya Isa bin Maryam ‘alaihissalam dari langit dengan jasadnya ke bumi saat mendekati terjadinya kiamat. Dan ini adalah mazhab Ahlus Sunnah wal Jamaah.” (‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, 11/457) .
Demikian pula kita dapati para ulama yang menuliskan aqidah Ahlus Sunnah, mereka menyebutkan bahwa keyakinan ini sebagai salah satu aqidah Ahlus Sunnah. Sebagai contoh, Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullahu dalam kitabnya Ushulus Sunnah, Al-Barbahari rahimahullahu dalam kitabnya Syarhus Sunnah, Abul Hasan Al-Asy’ari rahimahullahu dalam kitabnya Maqalat Islamiyyin, Ath-Thahawi rahimahullahu dalam kitabnya ‘Aqidah Thahawiyyah, Ibnu Abi Zaid Al-Qairuwani rahimahullahu dalam Risalah-nya, Abu Ahmad bin Husain Asy-Syafi’i rahimahullahu yang dikenal dengan Ibnul Haddad dalam kitab Aqidah-nya, serta Ibnu Qudamah rahimahullahu dalam Aqidah-nya.


``````````````````````00000000``````````````````````````````

Sabtu, 10 Juli 2010

Pintu Gerbang Kafir, Islam dan Iman

Pintu Gerbang Kafir, Islam dan Iman
# . Pintu gerbang kafir:
( Almaidah 17 ) = Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam"……
( Almaidah 18 ) = Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya".
( Attaubah 30) = .Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu.
1. Gerbang kekafiran adalah orang yang menyebut ada Tuhan selain Alloh
2. Gerbang kekafiran adalah orang yang menyebut Alloh punya anak dan istri
3. Gerbang kekafiran adalah orang yang menyebut nabi uzair itu putra Alloh dan Nabi Isa itu putra Alloh ( Na’udzubilah…)

#. Pintu gerbang Iman :
IMAN KEBALIKAN DARI KAFIR
Berarti Gerbang keimanan seseorang kebalikan dari sebutan-sebutan / ucapan – ucapan orang kafir.
1. Orang beriman pasti menyebut Tidak ada tuhan selain Alloh, Alloh Maha Suci dari tuduhan punya anak dan istri
2. Orang beriman pasti menyebut Tidak ada tuhan selain Alloh, Dan Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh
3. Orang beriman pasti menyebut Tidak ada tuhan selain Alloh, Dan Nabi ‘Uzair adalah Hamba Alloh dan Nabi Isa adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam adalah Amatnya Alloh ( hamba Alloh perempuan)

#. Pintu gerbang Islam & Iman :
Orang islam belum tentu beriman tapi orang beriman sudah pasti islam
1. Gerbang Islam Tidak ada Tuhan selain Alloh dan Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh
2. Gerbang Iman Tidak ada Tuhan selain Alloh dan Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh dan Nabi Uzair bin Imron adalah Hamba Alloh, Nabi Isa adalah Hamba Alloh , Ummi Maryam adalah Amatnya Alloh ( hamba Alloh perempuan)

Dengan kesimpulan :

1. Belum masuk islam apabila seseorang belum mengucap Tiada Tuhan selain Alloh dan Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh
2. Belum Beriman apabila seseorang Tidak mengucap “Nabi uzair Hamba Alloh, Nabi Isa Hamba Alloh , Ummi Maryam Amattulloh.karena ini adalah kebalikan ucapan – ucapan orang kafir.
3. Belum di anggap Iman apabila seseorang tidak menyucikan / membersihkan ucapan – ucapan kaum kafir yang mendakwa Alloh Yang Maha Suci punya anak.( Na’dzu bilah…)
4. Pintu masuk Islam adalah yang mengucapkan ‘’Tiada Tuhan selain Alloh dan Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh’’
5. Pintu masuk Iman adalah Orang yang mengucapkan “Nabi uzair Hamba Alloh,Nabi Isa Hamba Alloh, Ummi Maryam Amat Alloh’’ yang ucapan tersebut sebagai penyuci / pembersih ucapan- ucapan kaum kafir.karena Alloh Maha Suci dari tuduhan punya anak dan istri.
6. Pintu masuk Islam & Iman adalah yang mengucapkan ‘’Tiada Tuhan selain Alloh dan tiada sekutu bagi Nya Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh, Nabi uzair Hamba Alloh,Nabi Isa Hamba Alloh, Ummi Maryam Amat Alloh’’ yang ucapan tersebut sebagai penyuci / pembersih ucapan- ucapan kaum kafir.karena Alloh Maha Suci dari tuduhan punya anak dan istri.


( Attaubah .32). Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah.( Dipadamkan dgn .) dengan mulut mereka (ucapan- ucapan ‘Uzair putra Alloh dan Isa putra Alloh na’udzu billah mindzaliq ,seperti ayat 30 diatas)
dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya,
walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

Karena orang kafir memadamkan cahaya Alloh dengan ucapan '''Uzair putra Alloh, Isa putra Alloh''
maka menyempurnakan cahaya Alloh dengan ucapan pula "Nabi Uzair Hamba Alloh bukan putra Alloh, Nabi Isa Hamba Alloh bukan putra Alloh , Ummi Maryam Amatnya Alloh bukan istri Alloh.

Alloh tidak menghendaki orang yg tanpa menyempurnakan tuduhan kaum yahudi wa nashara. walaupun orang2 kafir itu tidak menyukai ucapan Uzair putra Alloh , Isa Hamba Alloh, Ummi Maryam Amattulloh
tersebut karena ucapan tersebut membantah ucapan mereka.


Ucapan orang Kafir “ ada tuhan selain Alloh “
Orang Kafir tidak mengakui “ Nabi Muhammad Utusan Alloh”
Ucapan orang kafir “ Nabi Uzair putra Alloh” (Na’udzubilah )
Ucapan orang kafir “Nabi Isa putra Alloh “(Na’udzubilah )
Ucapan orang kafir Alloh punya anak dan istri. (Na’udzubilah )

Ucapan orang islam & iman
‘’Tiada Tuhan selain Alloh dan tidak ada sekutu bagiNya,
Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh ,
Nabi uzair Hamba Alloh, bukan putra Alloh,
Nabi Isa Hamba Alloh, bukan putra Alloh,
Ummi Maryam Amat Alloh’’ bukan istri Alloh,

Sabtu, 03 Juli 2010

NABI UZAIR HAMBA ALLOH


Assalamu’alaikum….
Kaum muslimin wal muslimat seantero jagad raya / seluruh dunia mari kita rapatkan persaudaraan kita,mari kita bersama2 berdzikir dan sekaligus membantah fitnah dan Penghinaan kaum yahudi dan nasrani.

Dari shohabat Nabi SAW. 'Ubaidah bin shomit R.a,berkata,telah bersabda Rosululloh SAW; Barang siapa yang bersaksi bahwa'' sesungguhnya tiada tuhan selain Alloh dan tiada sekutu bagi Nya. Dan bersaksi sesungguhnya Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh Dan bersaksi sesungguhnya Isa AS bin Maryam, hamba Alloh dan utusan Nya, dan kalimat Nya, yang di wahyukan kepada Umi Maryam R.a, dan Ruh ciptaan Nya. dan bersaksi sesungguhnya Surga dan neraka itu adalah benar''. Maka Alloh akan memasukan kepada orang - orang yang bersaksi tersebut, kedalam Surga, bersama amal - amal sholeh yang dikerjakannya.
( Hadits Shohih Riwayat Bukhori Muslim ) dlm kitab ''Riyadu sholihin''

Mohon Bantuanya merenungi/ mentafukuri tulisan di bawah ini:
Para kaum muslimin dan muslimat yang iman dan islam yang cinta kepada Sang Kholiq Alloh Swt, dan yang takut akan murka Alloh Swt. Marilah kita Ucapkan bahwa “Sayyidina ‘Uzair bin Imron Abdulloh,Sayyidina Isa bin Maryam Abdulloh, Sayyidatina Ummi Maryam Amatulloh, dan bukan seperti yang di tuduhkan oleh orang-orang yahudi,nasrani,dan majusi...bahwa beliau adalah Anak dan istri Alloh swt . na’udzubila min dzaliq.

Kenapa kita harus mengucapkan bahwa“Sayyidina ‘Uzair bin Imron Abduloh,Sayyidina Isa bin Maryam Abduloh, dan Sayyidatina Ummi Maryam Amatuloh", karena ucapan ini sebagai bantahan kita terhadap fitnahan orang-orang yahudi,nasrani,dan majusi terhadap Alloh Swt, Apakah anda rela sesembahan anda sekalian di Fitnah ? Seandainya diam berarti anda rela sesembahan anda di fitnah dan bisa dikatakan diam berarti setuju, diam berarti tanda tak peduli. “Na’udzubilah mindzaliq”.

Sebagai tanda kita tidak rela sesembahan kita di fitnah, bukanlah dengan cara Fisik / anarkiskarena saat ini belum saatnya, karena yang memerangi orang-orang kafirin dengan Pedang nanti kalo sudah turun Kholifah Imam Mahdi, bagaimana caranya saat ini yaitu dengan mentekadkan hati dan mengucap dengan lisan kita bahwa” “Sayyidina ‘Uzair bin Imron Abduloh,Sayyidina Isa bin Maryam Abduloh, dan Sayyidatina Ummi Maryam Amatuloh,

Mari kita simak Ayat suci Alqu’an surat Attaubah ayat 30 s/d ayat 32.
SURAT ATTAUBAH AYAT 30 – 32 YANG ARTINYA:
30 ).Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? ( Orang – orang yg berkata dan mengikuti perkataan orang2 yahudi yang di laknat oleh ALLOH.)

31). Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.( ALLOH MAHA SUCI dari tuduhan orang – orang yahudi, Nasrani, dan Majusi)

32). Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah.( Dipadamkan dgn cara.) dengan mulut (ucapan- ucapan ‘Uzair putra Alloh dan Isa putra Alloh na’udzu billah mindzaliq ,seperti ayat 30 diatas) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

( Menyempurnakan cahaya ALLOH dengan cara membersihkan cahaya tersebut dari tuduhan orang –orang yahudi , nasrani dan Majusi KARENA YANG DI MAKSUD CAHAYANYA DI DALAM AYAT 32 MASIH ADA HUBUNGANNYA DENGAN AYAT 30 DAN AYAT 31 ).
( Menyempurnakan cahaya dengan cara mengucap/ membantah secara lisan bahwa= sayyidina uzair adalah hamba Alloh, Sayyidina Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam Hamba Alloh dan bukan seperti yg dikatakan oleh org2 yahudi,nasrani dan majusi bahwa sayyidina Uzair,Sayyidina Isa bin Maryam dan Ummi Maryam adalah…. Na’udzubillah mindzaliq ini adalah Cuma rekayasa iblis supaya org2 Islam semua pada terjerumus pada jurang kedurhakaan, .dan diam tanpa membantah berarti setuju, kalo setuju berarti ikut2an org2 kafir, NA’UDZUBILLAH MINDZALIQ Bukankah Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA ( Alloh tidak menghendaki orang yang tanpa mennyempurnakan Fitnah /tuduhan org2 yahudi, nasrani dan majusi , dengan cara membantah bahwasanya sayyidina uzair adalah hamba Alloh, Sayyidina Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam adalah اHamba Alloh )

ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA = ALLOH TIDAK MENGHENDAKI tanpa kecuali dari mulai orang kafir, muslim, mukmin, ustadz, Kyai,Ulama, kalau orang tersebut tidak menyempurnakan tuduhan kaum yahudi dan nasrani.

Cahaya Alloh yang hendak di padamkan oleh yahudi dan nasrani ( ucapan Sayyidina UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH , Syyidina ISA BIN MARYAM ABDULLOOH, UMU MARYAM AMATULLOOH) di padamkan dengan ucapan Nabi Uzair putra Alloh, Nabi Isa putra Alloh, dan Ummi Maryam istri Alloh( na’udzubilah min dzalik)

Bagaimana kalau diri kita sebagai orang muslim diam saja...
Diam saja… bukankah berarti tak peduli atau diam berarti setuju..?
Bagaimana kita akan mengharapkan ridlo Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan kasih sayangnya Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan ampunan Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan pertolongan Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan RahmatAlloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan surga Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Kalau diri kita tak peduli ke Alloh, Apa diri kita tidah takut murka Alloh,
Kalau diri kita tak peduli ke Alloh, apakah diri kita tidak iman kepada Alloh
Kalau diri kita iman kepada Alloh kenapa diam saja…. Bukankah…ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA

Kalau setuju dgn fitnah yahud wa nashara berarti jadi teman yahud wa nashara maka kafirlah nilainya…..
Kalau tidak setuju apa buktinya …..

Tanda sebagai kita membantah / tidak setuju dengan ucapan2 kaum yahudi dan nasrani tersebut..yang memfitnah Alloh swt. dan menghina Nabi Isa as dan menghina Nabi 'Uzair dan menghina sayidah Ummi Maryam..
Membantah/ tanda tidak setuju bukanlah dengan ANARKIS / NAFSU

Dibawah ini saya lampirkan dzikir Islam dan Iman untuk menyangkal fitnahan orang- orang yahudi,nasrani,dan majusi.

“LAA ILLAAHA ILALLOOH WAHDAHULA SYARIKALAH,
MUHAMMADUR ROSUULULLOOH UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH,
‘ISA BIN MARYAM ABDULLOOH UMMU MARYAM AMATULLOOH
HIYA LAISAT BISHOHIBAH ‘ALAIHIMUSHOLATULLOOH ”


alkhoiru kullu minalloh, wa syarru laisa minalloh
wa syarru min nufusina wa syarru min hawaina

Wasalam.....

Jumat, 26 Maret 2010

Amal ibadah seseorang akan sia2 .....

UZAIR HAMBA ALLOH , ISA HAMBA ALLOH

Amal ibadah seseorang akan sia2 sebelum kita membantah fitnah kaum yahudi.....

ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA ( Alloh tidak menghendaki orang yang tanpa mennyempurnakan Fitnah /tuduhan org2 yahudi, nasrani dan majusi , dengan cara membantah bahwasanya sayyidina uzair adalah hamba Alloh, Sayyidina Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam adalah اHamba Alloh )
ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA = ALLOH TIDAK MENGHENDAKI tanpa kecuali dari mulai orang kafir, muslim, mukmin, ustadz, Kyai,Ulama,ahli ibadah haji,ahli dzikir emua tak ada nilainya klo orang tersebut tidak menyempurnakan cahayaNya.

Rabu, 03 Maret 2010


Kaum muslimin wal muslimat seantero jagad raya / seluruh dunia mari kita rapatkan persaudaraan kita,mari kita bersama2 berdzikir dan sekaligus membantah fitnah dan Penghinaan kaum yahudi dan nasrani.
Dari shohabat Nabi SAW. 'Ubaidah bin shomit R.a,berkata,telah bersabda Rosululloh SAW; Barang siapa yang bersaksi bahwa'' sesungguhnya tiada tuhan selain Alloh dan tiada sekutu bagi Nya. Dan bersaksi sesungguhnya Isa AS bin Maryam, hamba Alloh dan utusan Nya, dan kalimat Nya, yang di wahyukan kepada Umi Maryam R.a, dan Ruh ciptaan Nya. dan bersaksi sesungguhnya Surga dan neraka itu adalah benar''. Maka Alloh akan memasukan kepada orang - orang yang bersaksi tersebut, kedalam Surga, bersama amal - amal sholeh yang dikerjakannya.
( Hadits Shohih Riwayat Bukhori Muslim ) dlm kitab ''Riyadu sholihin''
MARI MERENUNG..:
Para kaum muslimin dan muslimat yang iman dan islam yang cinta kepada Sang Kholiq Alloh Swt, dan yang takut akan murka Alloh Swt. Marilah kita Ucapkan bahwa “Sayyidina ‘Uzair bin Imron Abduloh,Sayyidina Isa bin Maryam Abduloh, Sayyidatina Ummi Maryam Amatuloh, dan bukan seperti yang di tuduhkan oleh orang-orang yahudi,nasrani,dan majusi...bahwa beliau adalah na’udzubila min dzaliq.

Kenapa kita harus mengucapkan bahwa“Sayyidina ‘Uzair bin Imron Abduloh,Sayyidina Isa bin Maryam Abduloh, dan Sayyidatina Ummi Maryam Amatuloh", karena ucapan ini sebagai bantahan kita terhadap fitnahan orang-orang yahudi,nasrani,dan majusi terhadap Alloh Swt, Apakah anda rela sesembahan anda sekalian di Fitnah ? Seandainya diam berarti anda rela sesembahan anda di fitnah dan bisa dikatakan diam berarti setuju, diam berarti tanda tak peduli. “Na’udzubilah mindzaliq”.

Sebagai tanda kita tidak rela sesembahan kita di fitnah, bukanlah dengan cara Fisik atau anarkis karena saat ini belumlah saatnya, karena yang memerangi orang-orang kafirin dengan Pedang nanti kalo sudah turun Kholifah Imam Mahdi, bagaimana caranya saat ini yaitu dengan mentekadkan hati dan mengucap dengan lisan kita bahwa” “Sayyidina ‘Uzair bin Imron Abduloh,Sayyidina Isa bin Maryam Abduloh, dan Sayyidatina Ummi Maryam Amatuloh,yang artinya 'Uzair bin imron adalah Hamba Alloh, Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh, dan Ummi Maryam adalah Hamba Alloh.dan bukan seperti yang di katakan oleh orng-orang yahudi dan nasrani, kata mereka Beliau anak Alloh na'dzubilah..suma na'udzubilah...

Mari kita simak Ayat suci Alqur’an surat Attaubah ayat 30 s/d ayat 32.
SURAT ATTAUBAH AYAT 30 – 32 YANG ARTINYA:
30 ).Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? ( Orang – orang yg berkata dan mengikuti perkataan orang2 yahudi yang di laknat oleh ALLOOH.)

31). Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.( ALLOH MAHA SUCI dari tuduhan orang – orang yahudi, Nasrani, dan Majusi)

32). Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah.( Dipadamkan dgn cara.) dengan mulut (ucapan- ucapan ‘Uzair putra Alloh dan Isa putra Alloh na’udzu billah mindzaliq ,seperti ayat 30 diatas) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

( Menyempurnakan cahaya ALLOH dengan cara membersihkan cahaya tersebut dari tuduhan orang –orang yahudi , nasrani dan Majusi KARENA YANG DI MAKSUD CAHAYANYA DI DALAM AYAT 32 MASIH ADA HUBUNGANNYA DENGAN AYAT 30 DAN AYAT 31 ).
( Menyempurnakan cahaya dengan cara mengucap/ membantah secara lisan bahwa= sayyidina uzair adalah hamba Alloh, Sayyidina Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam Hamba Alloh dan bukan seperti yg dikatakan oleh org2 yahudi,nasrani dan majusi bahwa sayyidina Uzair,Sayyidina Isa bin Maryam dan Ummi Maryam adalah…(anak dan istri). Na’udzubillah mindzaliq ini adalah Cuma rekayasa iblis supaya org2 Islam semua pada terjerumus pada jurang kedurhakaan, .dan diam tanpa membantah berarti setuju, kalo setuju berarti ikut2an org2 kafir, NA’UDZUBILLAH MINDZALIQ Bukankah Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA ( Alloh tidak menghendaki orang yang tanpa mennyempurnakan Fitnah /tuduhan org2 yahudi, nasrani dan majusi , dengan cara membantah bahwasanya sayyidina uzair adalah hamba Alloh, Sayyidina Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam adalah اHamba Alloh )
ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA =

ALLOH TIDAK MENGHENDAKI tanpa kecuali dari mulai orang kafir, muslim, mukmin, ustadz, Kyai,Ulama,ahli ibadah haji,ahli dzikir emua tak ada nilainya klo orang tersebut tidak menyempurnakan cahayaNya.

Cahaya Alloh ( ucapan Sayyidina UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH , Syyidina ISA BIN MARYAM ABDULLOOH, UMU MARYAM AMATULLOOH) ----- WALAUPUN ORANG-ORANG KAFIR TDK MENNYUKAI UCAPAN / MENDENGAR UCAPAN TERSEBUT.

Bagaimana kalau kita sebagai orang muslim diam saja... diam bukankah berarti tak peduli atau diam berarti setuju..? kalau tidak setuju apa buktinya atau tanda sebagai kita tidak setuju dengan ucapan2 kaum yahudi dan nasrani tersebut..yang memfitnah Alloh swt. dan menghina Nabi Isa as dan menghina Nabi 'Uzair

Dibawah ini saya lampirkan dzikir Islam dan Iman untuk menyangkal fitnahan orang- orang yahudi,nasrani,dan majusi.
“LAA ILLAAHA ILALLOOH WAHDAHULA SYARIKALAH, MUHAMMADUR ROSUULULLOOH UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH, ‘ISA BIN MARYAM ABDULLOOH UMMU MARYAM AMATULLOOH HIYA LAISAT BISHOHIBAH ‘ALAIHIMUSHOLATULLOOH ”