Nabi Uzair bin Imron Abdulloh

Nabi Uzair bin Imron Abdulloh
Bitoqoh

Nabi Isa Bin Maryam Hamba Alloh

لاإلـــــــــه الا إلله
محـمد رســــــول الله عزيـر بن عمران عـبد الله
عيـسى بن مريـم عبـد الله أم مريـم امـــــة الله
هـي ليـست بالصـاحبــة علـيهم صـــــلاة الله

Selasa, 20 Juli 2010

Turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam di Akhir Zaman


Nabi Isa ‘alaihissalam adalah HAMBA ALLOH.

Muara dari kisah Nabi Isa ‘alaihissalam masih samar bagi sebagian kaum muslimin. Terlebih hal ini terancukan oleh keyakinan Nasrani yang meyakini bahwa Isa telah wafat karena disalib. Bagaimana kisah sebenarnya dari nabi Isa ‘alaihissalam ini?

Siapakah Isa Al-Masih ?
Beliau adalah Isa bnu (putra) Maryam, seorang hamba Allah (Abdulloh) dan utusan-Nya serta Nabi-Nya. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Nabi Isa ‘alaihissalam sendiri, seperti yang dikisahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat-ayat Al-Qur`an:Yang artinya:

“Berkata Isa: ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, serta berbakti kepada ibuku. Dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.’ Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah,’ maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabbmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.” (Maryam: 30-37)

“Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil.” (Az-Zukhruf: 59)

“Al-Masih putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang membenarkan, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memerhatikan ayat-ayat Kami itu).” (Al-Ma`idah: 75)

Ayat yang menegaskan demikian cukup banyak, apa yang disebutkan sudah cukup menjelaskan siapakah Nabi Isa ‘alaihissalam.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu ‘anhu juga disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa bersaksi bahwa tiada ilah yang benar kecuali Allah satu-satu-Nya, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad hamba dan Rasul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba dan Rasul-Nya serta kalimat-Nya yang Allah lontarkan kepada Maryam, dan bahwa surga itu benar dan neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya ke dalam Al-Jannah sesuai dengan amalnya.” (Shahih, HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, Nabi Isa ‘alaihissalam sama sekali tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan, sehingga tidak berhak untuk diibadahi atau dipertuhankan. Sebagaimana juga beliau adalah seorang rasul yang berhak untuk mendapatkan hak-haknya sebagai rasul, sehingga harus diimani kerasulannya, dicintai dan dihormati yang semua itu tidak melebihi kedudukannya sebagai Hamba Alloh. Tidak boleh pula dihinakan atau dilecehkan, lebih-lebih dikatakan sebagai putra Alloh. ( Na’dzubilah…)

Sifat Fisik Nabi Isa ‘alaihissalam
Beliau adalah seorang lelaki yang postur tubuhnya tidak tinggi tidak pula pendek, kulitnya kemerahan, dadanya bidang2, rambutnya lurus, melebihi ujung telinganya, telah beliau sisir dan memenuhi antara dua pundaknya3. Rambutnya meneteskan air seolah-olah baru keluar dari kamar mandi.

Sikap yang benar terhadap Nabi Isa
Sesungguhnya Nabi yang mulia ini memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam. Namun tidak diketahui oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani atau mereka pura-pura bodoh terhadapnya dalam realita mereka, atau dalam keyakinan serta tulisan-tulisan mereka. Islam telah memenuhi kedudukan mulia tersebut, menetapkannya dengan sebaik-baiknya, serta menyempurnakannya. Islam juga bersikap obyektif dalam banyak ayat yang jelas dan mulia. Hanya apa yang ditetapkan Islam itulah yang dapat diterima oleh akal yang sehat, bukan selainnya.

Sikap yang benar terhadap Nabi Isa ‘alaihissalam adalah meyakini bahwa beliau adalah ( ABDULLOH )Hamba Allah dan Rasul-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus beliau kepada Bani Israil, ia tercipta dengan kalimat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Allah Subhanahu wa Ta’ala lontarkan kepada Maryam, beliau adalah salah satu Ulul ‘Azmi dari kalangan para Rasul, berbagai keistimewaan Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya, Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan dengan sebuah kalimat-Nya yang ditujukan kepada Maryam yaitu kata ‘kun’ (jadilah), sehingga jadilah sebuah janin pada perut Ummi Maryam, wanita mulia lagi shalihah yang tidak pernah terjamah siapapun. Ia dapat berbicara saat bayinya, Allah Subhanahu wa Ta’ala beri mukjizat berupa menghidupkan orang mati dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, menyembuhkan orang dari penyakit sopak dan bisu, serta dapat memberi tahu apa yang dimakan oleh orang-orang dan apa yang disimpan di rumah mereka.(Sebagaimana tercantum dalam surat Ali Imran: 45-50)

Atas dasar segala keistimewaan yang ada tersebut maka kita mengimaninya, mencintai, dan menghormatinya. Namun dengan segala keistimewaan yang ada tersebut, beliau tetaplah Hamba Alloh dan sebagai manusia yang tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan sehingga tidak boleh dipertuhankan, bukan Tuhan atau Anak Tuhan atau salah satu dari tiga unsur Tuhan.(Seperti Tuduhan Yahudi wa nashara )

Sikap ekstrem Nasrani ( FITNAH YAHUDI WA NASHARA )

Fitnah Kaum yahudi dan Nasrani “ Orang-orang Nasrani yang mengaku sebagai pengikut Nabi Isa meyakini bahwa Nabi Isa adalah sebagai Tuhan atau Anak Tuhan, atau dia adalah Tuhan anak yang merupakan salah satu dari tiga unsur trinitas, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Ruhul Qudus ( NA’UDZUBILAH SUMA NA’UDZUBILAH) . Masing-masing berbeda dari yang lain, akan tetapi ketiganya merupakan Tuhan yang satu.”Keyakinan semacam ini terhadap Nabi Isa ‘alaihissalam tentu keyakinan ekstrem, yang teramat keliru menurut agama Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dibawa para rasul, termasuk yang dibawa Nabi Isa ‘alaihissalam itu sendiri. Di mana keyakinan semacam ini artinya mendudukkan Nabi Isa ‘alaihissalam bukan pada tempatnya, melebihi posisinya sebagai seorang manusia.
Nabi Isa sendiri sangat mengingkari keyakinan ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan:
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan/sesembahan selain Allah?’.” Nabi Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: ‘Sembahlah Allah, Rabbku dan Rabbmu’, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (Al-Ma`idah: 116-117)

Tuduhan / Fitnah kaum yahudi wa nashara Yang menuduh Alloh yang maha suci punya anak dan istri
Ini merupakan salah satu kekafiran dan kesesatan terbesar, karena hal itu merupakan puncak celaan terhadap kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala, keagungan serta rububiyah-Nya. Tidak ada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala melainkan makhluk-Nya yang tunduk kepada keagungan dan kebesaran-Nya, serta terbebani beban ibadah kepada-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair itu putera Allah’ dan orang Nasrani berkata: ‘Al-Masih itu putera Allah.’ Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (At-Taubah: 30)

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.( ALLOH MAHA SUCI dari tuduhan orang – orang yahudi, Nasrani, dan Majusi) (At-taubah 31)

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah.( Dipadamkan dgn cara.) dengan mulut (ucapan- ucapan ‘Uzair putra Alloh dan Isa putra Alloh na’udzu billah mindzaliq ,seperti ayat 30 diatas) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. ( At-Taubah 32 ).

( Menyempurnakan cahaya ALLOH dengan cara membersihkan cahaya tersebut dari tuduhan orang –orang yahudi , nasrani dan Majusi KARENA YANG DI MAKSUD CAHAYANYA DI DALAM AYAT 32 MASIH ADA HUBUNGANNYA DENGAN AYAT 30 DAN AYAT 31 ).
( Menyempurnakan cahaya dengan cara mengucap/ membantah secara lisan bahwa= sayyidina uzair adalah hamba Alloh, Sayyidina Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam Hamba Alloh dan bukan seperti yg dikatakan oleh org2 yahudi,nasrani dan majusi bahwa sayyidina Uzair,Sayyidina Isa bin Maryam dan Ummi Maryam adalah anak dan istri Alloh swt .( Na’udzubillah mindzaliq) inilah rekayasa iblis yg tersembunyi di diri org islam yang akibatnya sangat FATAL supaya org2 Islam semua pada terjerumus pada jurang kedurhakaan, .Karena diam tanpa membantah berarti setuju, kalo setuju berarti sama seperti org2 kafir yahudi & nasrani , (NA’UDZUBILLAH MINDZALIQ )
Bukankah Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA ( Alloh tidak menghendaki orang yang tanpa mennyempurnakan Fitnah /tuduhan org2 yahudi, nasrani dan majusi , dengan cara membantah bahwasanya sayyidina uzair adalah hamba Alloh, Sayyidina Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam adalah اHamba Alloh )
ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA = ALLOH TIDAK MENGHENDAKI tanpa kecuali dari mulai orang kafir, muslim, mukmin, ustadz, Kyai,Ulama, kalau orang tersebut tidak menyempurnakan tuduhan kaum yahudi dan nasrani. Karena inilah gerbang keimanan seseorang. Karena orang islam banyak yg tidak iman.

Cahaya Alloh yang hendak di padamkan oleh yahudi dan nasrani ( ucapan Sayyidina UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH , Syyidina ISA BIN MARYAM ABDULLOOH, UMU MARYAM AMATULLOOH) di padamkan dengan ucapan Nabi Uzair putra Alloh, Nabi Isa putra Alloh, dan Ummi Maryam istri Alloh( na’udzubilah min dzalik)

Bagaimana kalau diri kita sebagai orang muslim diam saja...
Diam saja… bukankah berarti tak peduli atau diam berarti setuju..?
Bagaimana kita akan mengharapkan ridlo Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan kasih sayangnya Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan ampunan Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan pertolongan Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan RahmatAlloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan surga Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Kalau diri kita tak peduli ke Alloh, Apa diri kita tidah takut murka Alloh,
Kalau diri kita tak peduli ke Alloh, apakah diri kita tidak iman kepada Alloh
Kalau diri kita iman kepada Alloh kenapa diam saja…. Bukankah…ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA

Kalau setuju berarti jadi teman yahud wa nashara maka kafirlah nilainya…..
Kalau tidak setuju apa buktinya …..

“Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya.” (An Nisa’:59)
Tanda sebagai kita membantah / tidak setuju dengan ucapan2 kaum yahudi dan nasrani tersebut..yang memfitnah Alloh swt. dan menghina Nabi Isa as dan menghina Nabi 'Uzair dan menghina sayidah Ummi Maryam..
Membantah/ tanda tidak setuju bukanlah dengan ANARKIS / NAFSU

Dibawah ini dzikir Islam dan Iman untuk membantah fitnah orang- orang yahudi,nasrani,dan majusi.yg sekaligus sebagai Pintu gerbang IMAN KITA

“LAA ILLAAHA ILALLOOH WAHDAHULA SYARIKALAH,
MUHAMMADUR ROSULULLOOH UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH,
‘ISA BIN MARYAM ABDULLOOH UMMU MARYAM AMATULLOOH
HIYA LAISAT BISHOHIBAH ‘ALAIHIMUSHOLATULLOOH

Pintu gerbang KAFIR=
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putera Maryam’, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu.’ Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: ‘Bahwasanya Allah adalah salah satu dari yang tiga’, padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al-Ma`idah: 72-73)

“Dan mereka berkata: ‘Rabb Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.’ Sesungguhnya kamu telah mendatangkan suatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Rabb Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Rabb Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.” (Maryam: 88-93)

Ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur`an:
“Al-Masih putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang membenarkan, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memerhatikan ayat-ayat Kami itu).” (Al-Ma`idah: 75)

Ini sesuai dengan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala kisahkan tentang Al-Masih bahwa beliau mengatakan:
“Sesungguhnya Allah, Rabbku dan Rabb kalian, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” (Ali ‘Imran: 51)

Pintu gerbang IMAN
KEBALIKAN DARI PINTU GERBANG KAFIR

“LAA ILLAAHA ILALLOOH WAHDAHULA SYARIKALAH,
MUHAMMADUR ROSULULLOOH UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH,
‘ISA BIN MARYAM ABDULLOOH UMMU MARYAM AMATULLOOH
HIYA LAISAT BISHOHIBAH ‘ALAIHIMUSHOLATULLOOH


Sikap tafrith (meremehkan) Kaum Yahudi terhadap Nabi Isa ‘alaihissalam
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.” (Maryam: 37)
Dalam ayat tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala terangkan perbedaan pendapat manusia tentang Nabi Isa ‘alaihissalam, padahal telah Allah Subhanahu wa Ta’ala terangkan dengan begitu jelas siapakah sebenarnya beliau. Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan ketika menafsirkan ayat tersebut: “Yakni ucapan Ahlul kitab saling berselisih tentang Nabi Isa setelah kejelasan siapakah sebenarnya beliau dan setelah jelasnya keadaan beliau, bahwa beliau adalah hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya dan kalimat-Nya yang Allah Subhanahu wa Ta’ala lontarkan kepada Maryam serta roh dari-Nya.
‘Nabi Isa adalah hamba Alloh dan utusan-Nya’. Dan itulah kebenaran yang Allah Subhanahu wa Ta’ala bimbing kaum mukminin kepadanya.”
Dalam surat An-Nisa ayat 156 disebutkan:
“Dan karena kekafiran mereka (terhadap ‘Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar.”

Ditafsirkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan yang lain bahwa maksudnya adalah orang Yahudi Memfitnah / menuduh ummi Maryam berzina.
Ibnu Katsir rahimahullahu menjelaskan: “Dan itu sangat nampak dalam ayat, bahwa Yahudi menuduh putra Maryam dan Maryam dengan berbagai tuduhan besar, sehingga menganggap bahwa Maryam adalah pelacur dan mengandung anak hasil zina. Sebagian mereka menambahkan tuduhan bahwa ia melakukan zina dalam keadaan haid. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala timpakan pada mereka laknat-Nya yang berturut-turut, sampai hari kiamat.” (Tafsir Al-Qur`anul ‘Azhim, 1/574)
Ucapan orang-orang Yahudi itu tentu sangat berlebihan. Sebuah penghinaan yang sangat tidak pantas ditujukan pada manusia umumnya, lebih-lebih kepada seorang Nabi dan Rasul pilihan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala muliakan dengan berbagai kemuliaan, salah satu dari ulul azmi. Padahal beliau membenarkan kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa ‘alaihissalam untuk kaum Yahudi.
Dalam hal ini, Yahudi berada pada kutub yang sangat berlawanan dengan ucapan orang Nasrani.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membantah bualan orang Yahudi itu dalam ayat-ayat-Nya mulia:
“Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Qur`an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus malaikat kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: ‘Sesungguhnya aku berlindung darimu kepada Rabb Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.’ Ia (Jibril) berkata: ‘Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Rabbmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.’ Maryam berkata: ‘Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!’ Jibril berkata: ‘Demikianlah. Rabbmu berfirman: ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.’ Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.” (Maryam: 16-22)

Sampai pada firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina’, maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: ‘Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?’ Berkata Isa: ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.’ Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.” (Maryam: 27-34).

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menerangkan hakikat penciptaan Isa.
Diangkatnya Nabi Isa ‘alaihissalam dan bahwa Beliau belum Wafat
Orang-orang Yahudi mengklaim bahwa mereka telah membunuh Nabi Isa ‘alaihissalam dan mereka berbangga dengan itu. Mereka berkeyakinan bahwa orang yang terbunuh dengan disalib adalah orang yang mendapatkan laknat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tapi sungguh aneh dan disayangkan bahwa orang-orang Nasrani pun meyakini kematian Nabi Isa di tiang aslib. Ini semua karena kebodohan mereka akan hakikat apa yang terjadi pada Nabi Isa. Lebih dari itu, mereka meyakini bahwa beliau dengan kematiannya yang tersalib adalah sebagai penebus dosa-dosa anak manusia karena kesalahan Nabi Adam ‘alaihissalam. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah ampuni Adam jauh-jauh hari sebelum lahirnya Isa.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Kemudian Rabbnya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.” (Thaha: 122)
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membantah semua itu melalui ayat-ayat-Nya yang mulia:
“Dan karena kekafiran mereka (terhadap ‘Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), dan karena ucapan mereka: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah’, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (An-Nisa`: 156-159)

Di antara pengekor Yahudi dan Nasrani dalam hal kematian Nabi Isa adalah aliran Ahmadiyah-Qadyaniyyah yang telah divonis kafir oleh para ulama dan lembaga-lembaga Islam. Mereka meyakini demikian demi mencapai misi mereka, yaitu untuk menyatakan bahwa nanti yang dibangkitkan bukanlah Isa yang sesungguhnya karena ia telah wafat, tapi yang dibangkitkan adalah orang yang serupa Isa. Mereka maksudkan adalah pemimpin mereka yaitu Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadyani. Mereka sempat berdalil dengan beberapa ayat yang dianggap oleh mereka mendukung keyakinan sesat mereka. Akan datang nanti, insya Allah, bantahannya.

Dari keterangan di atas nyatalah bahwa Nabi Isa belum meninggal, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala angkat menuju kepada-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menyatakan:
“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: ‘Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya’.” (Ali ‘Imran: 54-55)
Mereka ( kaum yahudi wa nashara ) bermakar, yakni hendak membunuh Nabi Isa ‘alaihissalam dan memadamkan cahaya Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan ucapan- ucapan “uzair putra Alloh dan Isa putra Alloh Dan Umi Maryam istri Alloh ( na’udzubilah min dzaliq )
Di antara yang menunjukkan bahwa beliau masih hidup adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (An-Nisa`: 159)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa maksudnya adalah beriman dengan Nabi Isa sebelum kematian beliau. (Riwayat Ibnu Jarir rahimahullahu dan sanadnya dishahihkan Ibnu Hajar rahimahullahu. Lihat Fathul Bari, 4/492) Al-Hasan rahimahullahu mengatakan: “Maksudnya sebelum kematian Isa. Demi Allah, sungguh dia sekarang hidup di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, tapi bila beliau turun nanti semuanya akan beriman.” (Tafsir Ath-Thabari, dinukil dari Asyrathus Sa’ah hal. 346). Turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam dan Itu Sebagai Tanda Hari Kiamat Tentang turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam telah disebutkan oleh ayat Al-Qur`an yang sekaligus menunjukkan bahwa itu sebagai salah satu tanda hari kiamat.
Di antara dalil yang menunjukkan demikian adalah:
“Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil. Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar adalah tanda bagi hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (Az-Zukhruf: 59-61)

“Dan sesungguhya Isa itu adalah tanda bagi hari kiamat”, maksudnya adalah bahwa turunnya Isa termasuk tanda-tanda hari kiamat, dan dengan itu diketahui bahwa kiamat sudah dekat. Demikian menurut penafsiran Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, Adh-Dhahhak, dan As-Suddi. (Zadul Masir, 7/325, Al-Qurthubi, 16/105). Dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma membacanya dengan لَعَلَمٌ
yang berarti tanda.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentang tafsir “Dan sungguh Isa itu adalah tanda bagi hari kiamat’, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:
“Itu adalah turunnya Isa bin Maryam sebelum hari kiamat.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Bab Al-Bayan bi anna Nuzul Isa ibni Maryam min A’lamis Sa’ah, 15/228 no. 6817)
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (An-Nisa`: 159). Telah lewat tafsir Al-Hasan rahimahullahu terhadap ayat ini.

Adapun hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka cukup banyak yang menunjukkan akan turunnya Isa bahkan sampai kepada derajat mutawatir, sebagaimana disebutkan oleh para ulama hadits dan yang lain, seperti Ibnu Jarir, Ath-Thabari, Ibnu Katsir, Shiddiq Hasan Khan, Anwar Syah Al-Kasymiri, Al-Azhim Abadi, Asy-Syaikh Al-Albani6, dan akan kita sebutkan nanti sebagian ucapan mereka. Dan di sini saya akan sebutkan sebagian hadits tersebut.

1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia mengatakan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Demi Yang jiwaku ada di tangan-Nya, hampir-hampir akan turun di tengah-tengah kalian Ibnu (putra) Maryam, sebagai hakim yang adil. Ia memecahkan salib, membunuh babi, dan meletakkan (tidak memungut, pent.) jizyah, dan harta ketika itu melimpah tidak seorang pun menerimanya, sehingga satu sujud menjadi lebih baik daripada dunia dan apa yang ada padanya.” Abu Hurairah mengatakan: Bacalah bila kalian mau, ayat (artinya): Dan tidaklah seorang pun dari ahlul kitab kecuali akan benar-benar beriman kepadanya sebelum kematiannya, dan di hari kiamat nanti ia akan menjadi saksi bagi mereka.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 3264, 3/1272. Bab 50 Nuzul Isa bin Maryam ‘alaihissalam; Muslim no. 155, 1/135 Bab 71 Nuzul Isa bin Maryam Hakiman bi Syari’ati Nabiyyina Muhammad. Ini adalah lafadz Al-Bukhari)
2. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Bagaimana kalian bila turun putra Maryam di tengah-tengah kalian dan imamnya dari kalian.” (HR. Al-Bukhari, Kitab Ahaditsul Anbiya` Bab 49 Nuzul Isa ibn Maryam no. 3449; Muslim Kitabul Iman 1/135 no. 390, Bab 71 Nuzul Isa bin Maryam Hakiman bi Syari’ati Nabiyyina Muhammad cet. Darul Ma’rifah)Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma ia mengatakan: Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Masih tetap sekelompok dari umatku mereka berperang di atas kebenaran, mereka unggul sampai pada hari kiamat.” Beliau besabda: “Lalu turunlah Isa bin Maryam, lalu pemimpin kaum muslimin mengatakan: ‘Kemari, jadilah imam kami.’ Maka ia menjawab: ‘Sesungguhnya sebagian kalian pemimpin atas sebagian yang lain sebagai kemuliaan Allah atas umat ini’.” (Shahih, HR. Muslim, 2/368 Bab 71 Nuzul Isa bin Maryam Hakiman bi Syari’ati Nabiyyina Muhammad; Ibnu Hibban, no. 6819, 15/231, Bab Al-Bayan bi Anna Imama Hadzihil Ummah ‘inda Nuzul ‘Isa bin Maryam Yakunu minhum duna an yakuna ‘Isa Imamahm fi Dzalika Az-Zaman). Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
Rasulullah melihat kami dalam keadaan kami sedang saling mengingat, maka beliau mengatakan: “Sedang saling mengingatkan apa kalian? Mereka menjawab bahwa kami sedang saling mengingat hari kiamat. Beliau mengatakan: Kiamat tidak akan bangkit sehingga kalian melihat 10 tanda, lalu beliau menyebut: Asap, dajjal, binatang, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya`juj dan Ma`juj, 3 peristiwa tenggelamnya (suatu daerah, -pent) ke dalam bumi, di daerah barat, di daerah timur, dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah api yang muncul dari negeri Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya mereka.” (Shahih, HR. Muslim, Kitabul Fitan Wa Asyrathus Sa’ah, Bab Fil Ayat Allati Takunu Qabla As-Sa’ah, 18/234 no. 7214. Cet. Darul Ma’rifah. Hadits ini diriwayatkan pula oleh yang lain).
Atas dasar dalil-dalil yang ada maka kaum muslimin bersepakat akan turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam di akhir zaman, sebagaimana keterangan para ulama berikut ini:
Ibnu ‘Athiyyah rahimahullahu mengatakan: “Umat telah berijma’ atas apa yang terkandung dalam hadits yang mutawatir, bahwa Isa hidup di langit dan bahwa ia akan turun di akhir zaman. Lalu ia akan membunuh babi dan memecah salib, membunuh Dajjal, melimpahkan keadilan dan agama akan unggul –yaitu agama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam– dan beliau akan haji dan tinggal di bumi selama 24 tahun, dan dikatakan pula selama 40 tahun.
Tafsir Al-Muharrar Al-Wajiz, 3/143) As-Safarini rahimahullahu mengatakan: “Umat telah berijma’ akan turunnya Isa dan tidak ada yang menyelisihinya dari ahlu syariah (pengikut syariah). Yang mengingkari hanyalah para filosof dan atheis, yang tidak diperhitungkan penyelisihannya. Dan telah terdapat ijma’ pula bahwa ia turun dan berhukum dengan syariat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan dengan syariat yang tersendiri saat turunnya.” (Lawami’ Al-Anwar, 2/94-95)
Diantara yang menukilkan ijma’ juga adalah Al-Munawi rahimahullahu dalam kitabnya Faidhul Qadir. (Lihat Iqamatul Burhan)Dengan ini, maka hal ini menjadi aqidah muslimin. Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Al-Azhim Abadi mengatakan: “Telah mutawatir berita dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal turunnya Isa bin Maryam ‘alaihissalam dari langit dengan jasadnya ke bumi saat mendekati terjadinya kiamat. Dan ini adalah mazhab Ahlus Sunnah wal Jamaah.” (‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, 11/457) .
Demikian pula kita dapati para ulama yang menuliskan aqidah Ahlus Sunnah, mereka menyebutkan bahwa keyakinan ini sebagai salah satu aqidah Ahlus Sunnah. Sebagai contoh, Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullahu dalam kitabnya Ushulus Sunnah, Al-Barbahari rahimahullahu dalam kitabnya Syarhus Sunnah, Abul Hasan Al-Asy’ari rahimahullahu dalam kitabnya Maqalat Islamiyyin, Ath-Thahawi rahimahullahu dalam kitabnya ‘Aqidah Thahawiyyah, Ibnu Abi Zaid Al-Qairuwani rahimahullahu dalam Risalah-nya, Abu Ahmad bin Husain Asy-Syafi’i rahimahullahu yang dikenal dengan Ibnul Haddad dalam kitab Aqidah-nya, serta Ibnu Qudamah rahimahullahu dalam Aqidah-nya.


``````````````````````00000000``````````````````````````````

Sabtu, 10 Juli 2010

Pintu Gerbang Kafir, Islam dan Iman

Pintu Gerbang Kafir, Islam dan Iman
# . Pintu gerbang kafir:
( Almaidah 17 ) = Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam"……
( Almaidah 18 ) = Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya".
( Attaubah 30) = .Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu.
1. Gerbang kekafiran adalah orang yang menyebut ada Tuhan selain Alloh
2. Gerbang kekafiran adalah orang yang menyebut Alloh punya anak dan istri
3. Gerbang kekafiran adalah orang yang menyebut nabi uzair itu putra Alloh dan Nabi Isa itu putra Alloh ( Na’udzubilah…)

#. Pintu gerbang Iman :
IMAN KEBALIKAN DARI KAFIR
Berarti Gerbang keimanan seseorang kebalikan dari sebutan-sebutan / ucapan – ucapan orang kafir.
1. Orang beriman pasti menyebut Tidak ada tuhan selain Alloh, Alloh Maha Suci dari tuduhan punya anak dan istri
2. Orang beriman pasti menyebut Tidak ada tuhan selain Alloh, Dan Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh
3. Orang beriman pasti menyebut Tidak ada tuhan selain Alloh, Dan Nabi ‘Uzair adalah Hamba Alloh dan Nabi Isa adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam adalah Amatnya Alloh ( hamba Alloh perempuan)

#. Pintu gerbang Islam & Iman :
Orang islam belum tentu beriman tapi orang beriman sudah pasti islam
1. Gerbang Islam Tidak ada Tuhan selain Alloh dan Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh
2. Gerbang Iman Tidak ada Tuhan selain Alloh dan Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh dan Nabi Uzair bin Imron adalah Hamba Alloh, Nabi Isa adalah Hamba Alloh , Ummi Maryam adalah Amatnya Alloh ( hamba Alloh perempuan)

Dengan kesimpulan :

1. Belum masuk islam apabila seseorang belum mengucap Tiada Tuhan selain Alloh dan Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh
2. Belum Beriman apabila seseorang Tidak mengucap “Nabi uzair Hamba Alloh, Nabi Isa Hamba Alloh , Ummi Maryam Amattulloh.karena ini adalah kebalikan ucapan – ucapan orang kafir.
3. Belum di anggap Iman apabila seseorang tidak menyucikan / membersihkan ucapan – ucapan kaum kafir yang mendakwa Alloh Yang Maha Suci punya anak.( Na’dzu bilah…)
4. Pintu masuk Islam adalah yang mengucapkan ‘’Tiada Tuhan selain Alloh dan Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh’’
5. Pintu masuk Iman adalah Orang yang mengucapkan “Nabi uzair Hamba Alloh,Nabi Isa Hamba Alloh, Ummi Maryam Amat Alloh’’ yang ucapan tersebut sebagai penyuci / pembersih ucapan- ucapan kaum kafir.karena Alloh Maha Suci dari tuduhan punya anak dan istri.
6. Pintu masuk Islam & Iman adalah yang mengucapkan ‘’Tiada Tuhan selain Alloh dan tiada sekutu bagi Nya Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh, Nabi uzair Hamba Alloh,Nabi Isa Hamba Alloh, Ummi Maryam Amat Alloh’’ yang ucapan tersebut sebagai penyuci / pembersih ucapan- ucapan kaum kafir.karena Alloh Maha Suci dari tuduhan punya anak dan istri.


( Attaubah .32). Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah.( Dipadamkan dgn .) dengan mulut mereka (ucapan- ucapan ‘Uzair putra Alloh dan Isa putra Alloh na’udzu billah mindzaliq ,seperti ayat 30 diatas)
dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya,
walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

Karena orang kafir memadamkan cahaya Alloh dengan ucapan '''Uzair putra Alloh, Isa putra Alloh''
maka menyempurnakan cahaya Alloh dengan ucapan pula "Nabi Uzair Hamba Alloh bukan putra Alloh, Nabi Isa Hamba Alloh bukan putra Alloh , Ummi Maryam Amatnya Alloh bukan istri Alloh.

Alloh tidak menghendaki orang yg tanpa menyempurnakan tuduhan kaum yahudi wa nashara. walaupun orang2 kafir itu tidak menyukai ucapan Uzair putra Alloh , Isa Hamba Alloh, Ummi Maryam Amattulloh
tersebut karena ucapan tersebut membantah ucapan mereka.


Ucapan orang Kafir “ ada tuhan selain Alloh “
Orang Kafir tidak mengakui “ Nabi Muhammad Utusan Alloh”
Ucapan orang kafir “ Nabi Uzair putra Alloh” (Na’udzubilah )
Ucapan orang kafir “Nabi Isa putra Alloh “(Na’udzubilah )
Ucapan orang kafir Alloh punya anak dan istri. (Na’udzubilah )

Ucapan orang islam & iman
‘’Tiada Tuhan selain Alloh dan tidak ada sekutu bagiNya,
Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh ,
Nabi uzair Hamba Alloh, bukan putra Alloh,
Nabi Isa Hamba Alloh, bukan putra Alloh,
Ummi Maryam Amat Alloh’’ bukan istri Alloh,

Sabtu, 03 Juli 2010

NABI UZAIR HAMBA ALLOH


Assalamu’alaikum….
Kaum muslimin wal muslimat seantero jagad raya / seluruh dunia mari kita rapatkan persaudaraan kita,mari kita bersama2 berdzikir dan sekaligus membantah fitnah dan Penghinaan kaum yahudi dan nasrani.

Dari shohabat Nabi SAW. 'Ubaidah bin shomit R.a,berkata,telah bersabda Rosululloh SAW; Barang siapa yang bersaksi bahwa'' sesungguhnya tiada tuhan selain Alloh dan tiada sekutu bagi Nya. Dan bersaksi sesungguhnya Nabi Muhammad adalah Utusan Alloh Dan bersaksi sesungguhnya Isa AS bin Maryam, hamba Alloh dan utusan Nya, dan kalimat Nya, yang di wahyukan kepada Umi Maryam R.a, dan Ruh ciptaan Nya. dan bersaksi sesungguhnya Surga dan neraka itu adalah benar''. Maka Alloh akan memasukan kepada orang - orang yang bersaksi tersebut, kedalam Surga, bersama amal - amal sholeh yang dikerjakannya.
( Hadits Shohih Riwayat Bukhori Muslim ) dlm kitab ''Riyadu sholihin''

Mohon Bantuanya merenungi/ mentafukuri tulisan di bawah ini:
Para kaum muslimin dan muslimat yang iman dan islam yang cinta kepada Sang Kholiq Alloh Swt, dan yang takut akan murka Alloh Swt. Marilah kita Ucapkan bahwa “Sayyidina ‘Uzair bin Imron Abdulloh,Sayyidina Isa bin Maryam Abdulloh, Sayyidatina Ummi Maryam Amatulloh, dan bukan seperti yang di tuduhkan oleh orang-orang yahudi,nasrani,dan majusi...bahwa beliau adalah Anak dan istri Alloh swt . na’udzubila min dzaliq.

Kenapa kita harus mengucapkan bahwa“Sayyidina ‘Uzair bin Imron Abduloh,Sayyidina Isa bin Maryam Abduloh, dan Sayyidatina Ummi Maryam Amatuloh", karena ucapan ini sebagai bantahan kita terhadap fitnahan orang-orang yahudi,nasrani,dan majusi terhadap Alloh Swt, Apakah anda rela sesembahan anda sekalian di Fitnah ? Seandainya diam berarti anda rela sesembahan anda di fitnah dan bisa dikatakan diam berarti setuju, diam berarti tanda tak peduli. “Na’udzubilah mindzaliq”.

Sebagai tanda kita tidak rela sesembahan kita di fitnah, bukanlah dengan cara Fisik / anarkiskarena saat ini belum saatnya, karena yang memerangi orang-orang kafirin dengan Pedang nanti kalo sudah turun Kholifah Imam Mahdi, bagaimana caranya saat ini yaitu dengan mentekadkan hati dan mengucap dengan lisan kita bahwa” “Sayyidina ‘Uzair bin Imron Abduloh,Sayyidina Isa bin Maryam Abduloh, dan Sayyidatina Ummi Maryam Amatuloh,

Mari kita simak Ayat suci Alqu’an surat Attaubah ayat 30 s/d ayat 32.
SURAT ATTAUBAH AYAT 30 – 32 YANG ARTINYA:
30 ).Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? ( Orang – orang yg berkata dan mengikuti perkataan orang2 yahudi yang di laknat oleh ALLOH.)

31). Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.( ALLOH MAHA SUCI dari tuduhan orang – orang yahudi, Nasrani, dan Majusi)

32). Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah.( Dipadamkan dgn cara.) dengan mulut (ucapan- ucapan ‘Uzair putra Alloh dan Isa putra Alloh na’udzu billah mindzaliq ,seperti ayat 30 diatas) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

( Menyempurnakan cahaya ALLOH dengan cara membersihkan cahaya tersebut dari tuduhan orang –orang yahudi , nasrani dan Majusi KARENA YANG DI MAKSUD CAHAYANYA DI DALAM AYAT 32 MASIH ADA HUBUNGANNYA DENGAN AYAT 30 DAN AYAT 31 ).
( Menyempurnakan cahaya dengan cara mengucap/ membantah secara lisan bahwa= sayyidina uzair adalah hamba Alloh, Sayyidina Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam Hamba Alloh dan bukan seperti yg dikatakan oleh org2 yahudi,nasrani dan majusi bahwa sayyidina Uzair,Sayyidina Isa bin Maryam dan Ummi Maryam adalah…. Na’udzubillah mindzaliq ini adalah Cuma rekayasa iblis supaya org2 Islam semua pada terjerumus pada jurang kedurhakaan, .dan diam tanpa membantah berarti setuju, kalo setuju berarti ikut2an org2 kafir, NA’UDZUBILLAH MINDZALIQ Bukankah Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA ( Alloh tidak menghendaki orang yang tanpa mennyempurnakan Fitnah /tuduhan org2 yahudi, nasrani dan majusi , dengan cara membantah bahwasanya sayyidina uzair adalah hamba Alloh, Sayyidina Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam adalah اHamba Alloh )

ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA = ALLOH TIDAK MENGHENDAKI tanpa kecuali dari mulai orang kafir, muslim, mukmin, ustadz, Kyai,Ulama, kalau orang tersebut tidak menyempurnakan tuduhan kaum yahudi dan nasrani.

Cahaya Alloh yang hendak di padamkan oleh yahudi dan nasrani ( ucapan Sayyidina UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH , Syyidina ISA BIN MARYAM ABDULLOOH, UMU MARYAM AMATULLOOH) di padamkan dengan ucapan Nabi Uzair putra Alloh, Nabi Isa putra Alloh, dan Ummi Maryam istri Alloh( na’udzubilah min dzalik)

Bagaimana kalau diri kita sebagai orang muslim diam saja...
Diam saja… bukankah berarti tak peduli atau diam berarti setuju..?
Bagaimana kita akan mengharapkan ridlo Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan kasih sayangnya Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan ampunan Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan pertolongan Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan RahmatAlloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Bagaimana kita akan mengharapkan surga Alloh kalau diri kita tak peduli ke Alloh,
Kalau diri kita tak peduli ke Alloh, Apa diri kita tidah takut murka Alloh,
Kalau diri kita tak peduli ke Alloh, apakah diri kita tidak iman kepada Alloh
Kalau diri kita iman kepada Alloh kenapa diam saja…. Bukankah…ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA

Kalau setuju dgn fitnah yahud wa nashara berarti jadi teman yahud wa nashara maka kafirlah nilainya…..
Kalau tidak setuju apa buktinya …..

Tanda sebagai kita membantah / tidak setuju dengan ucapan2 kaum yahudi dan nasrani tersebut..yang memfitnah Alloh swt. dan menghina Nabi Isa as dan menghina Nabi 'Uzair dan menghina sayidah Ummi Maryam..
Membantah/ tanda tidak setuju bukanlah dengan ANARKIS / NAFSU

Dibawah ini saya lampirkan dzikir Islam dan Iman untuk menyangkal fitnahan orang- orang yahudi,nasrani,dan majusi.

“LAA ILLAAHA ILALLOOH WAHDAHULA SYARIKALAH,
MUHAMMADUR ROSUULULLOOH UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH,
‘ISA BIN MARYAM ABDULLOOH UMMU MARYAM AMATULLOOH
HIYA LAISAT BISHOHIBAH ‘ALAIHIMUSHOLATULLOOH ”


alkhoiru kullu minalloh, wa syarru laisa minalloh
wa syarru min nufusina wa syarru min hawaina

Wasalam.....

Jumat, 26 Maret 2010

Amal ibadah seseorang akan sia2 .....

UZAIR HAMBA ALLOH , ISA HAMBA ALLOH

Amal ibadah seseorang akan sia2 sebelum kita membantah fitnah kaum yahudi.....

ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA ( Alloh tidak menghendaki orang yang tanpa mennyempurnakan Fitnah /tuduhan org2 yahudi, nasrani dan majusi , dengan cara membantah bahwasanya sayyidina uzair adalah hamba Alloh, Sayyidina Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam adalah اHamba Alloh )
ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA = ALLOH TIDAK MENGHENDAKI tanpa kecuali dari mulai orang kafir, muslim, mukmin, ustadz, Kyai,Ulama,ahli ibadah haji,ahli dzikir emua tak ada nilainya klo orang tersebut tidak menyempurnakan cahayaNya.

Rabu, 03 Maret 2010


Kaum muslimin wal muslimat seantero jagad raya / seluruh dunia mari kita rapatkan persaudaraan kita,mari kita bersama2 berdzikir dan sekaligus membantah fitnah dan Penghinaan kaum yahudi dan nasrani.
Dari shohabat Nabi SAW. 'Ubaidah bin shomit R.a,berkata,telah bersabda Rosululloh SAW; Barang siapa yang bersaksi bahwa'' sesungguhnya tiada tuhan selain Alloh dan tiada sekutu bagi Nya. Dan bersaksi sesungguhnya Isa AS bin Maryam, hamba Alloh dan utusan Nya, dan kalimat Nya, yang di wahyukan kepada Umi Maryam R.a, dan Ruh ciptaan Nya. dan bersaksi sesungguhnya Surga dan neraka itu adalah benar''. Maka Alloh akan memasukan kepada orang - orang yang bersaksi tersebut, kedalam Surga, bersama amal - amal sholeh yang dikerjakannya.
( Hadits Shohih Riwayat Bukhori Muslim ) dlm kitab ''Riyadu sholihin''
MARI MERENUNG..:
Para kaum muslimin dan muslimat yang iman dan islam yang cinta kepada Sang Kholiq Alloh Swt, dan yang takut akan murka Alloh Swt. Marilah kita Ucapkan bahwa “Sayyidina ‘Uzair bin Imron Abduloh,Sayyidina Isa bin Maryam Abduloh, Sayyidatina Ummi Maryam Amatuloh, dan bukan seperti yang di tuduhkan oleh orang-orang yahudi,nasrani,dan majusi...bahwa beliau adalah na’udzubila min dzaliq.

Kenapa kita harus mengucapkan bahwa“Sayyidina ‘Uzair bin Imron Abduloh,Sayyidina Isa bin Maryam Abduloh, dan Sayyidatina Ummi Maryam Amatuloh", karena ucapan ini sebagai bantahan kita terhadap fitnahan orang-orang yahudi,nasrani,dan majusi terhadap Alloh Swt, Apakah anda rela sesembahan anda sekalian di Fitnah ? Seandainya diam berarti anda rela sesembahan anda di fitnah dan bisa dikatakan diam berarti setuju, diam berarti tanda tak peduli. “Na’udzubilah mindzaliq”.

Sebagai tanda kita tidak rela sesembahan kita di fitnah, bukanlah dengan cara Fisik atau anarkis karena saat ini belumlah saatnya, karena yang memerangi orang-orang kafirin dengan Pedang nanti kalo sudah turun Kholifah Imam Mahdi, bagaimana caranya saat ini yaitu dengan mentekadkan hati dan mengucap dengan lisan kita bahwa” “Sayyidina ‘Uzair bin Imron Abduloh,Sayyidina Isa bin Maryam Abduloh, dan Sayyidatina Ummi Maryam Amatuloh,yang artinya 'Uzair bin imron adalah Hamba Alloh, Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh, dan Ummi Maryam adalah Hamba Alloh.dan bukan seperti yang di katakan oleh orng-orang yahudi dan nasrani, kata mereka Beliau anak Alloh na'dzubilah..suma na'udzubilah...

Mari kita simak Ayat suci Alqur’an surat Attaubah ayat 30 s/d ayat 32.
SURAT ATTAUBAH AYAT 30 – 32 YANG ARTINYA:
30 ).Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? ( Orang – orang yg berkata dan mengikuti perkataan orang2 yahudi yang di laknat oleh ALLOOH.)

31). Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.( ALLOH MAHA SUCI dari tuduhan orang – orang yahudi, Nasrani, dan Majusi)

32). Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah.( Dipadamkan dgn cara.) dengan mulut (ucapan- ucapan ‘Uzair putra Alloh dan Isa putra Alloh na’udzu billah mindzaliq ,seperti ayat 30 diatas) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

( Menyempurnakan cahaya ALLOH dengan cara membersihkan cahaya tersebut dari tuduhan orang –orang yahudi , nasrani dan Majusi KARENA YANG DI MAKSUD CAHAYANYA DI DALAM AYAT 32 MASIH ADA HUBUNGANNYA DENGAN AYAT 30 DAN AYAT 31 ).
( Menyempurnakan cahaya dengan cara mengucap/ membantah secara lisan bahwa= sayyidina uzair adalah hamba Alloh, Sayyidina Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam Hamba Alloh dan bukan seperti yg dikatakan oleh org2 yahudi,nasrani dan majusi bahwa sayyidina Uzair,Sayyidina Isa bin Maryam dan Ummi Maryam adalah…(anak dan istri). Na’udzubillah mindzaliq ini adalah Cuma rekayasa iblis supaya org2 Islam semua pada terjerumus pada jurang kedurhakaan, .dan diam tanpa membantah berarti setuju, kalo setuju berarti ikut2an org2 kafir, NA’UDZUBILLAH MINDZALIQ Bukankah Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA ( Alloh tidak menghendaki orang yang tanpa mennyempurnakan Fitnah /tuduhan org2 yahudi, nasrani dan majusi , dengan cara membantah bahwasanya sayyidina uzair adalah hamba Alloh, Sayyidina Isa bin Maryam adalah Hamba Alloh dan Ummi Maryam adalah اHamba Alloh )
ALLOH TIDAK MENGHENDAKI SELAIN MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA =

ALLOH TIDAK MENGHENDAKI tanpa kecuali dari mulai orang kafir, muslim, mukmin, ustadz, Kyai,Ulama,ahli ibadah haji,ahli dzikir emua tak ada nilainya klo orang tersebut tidak menyempurnakan cahayaNya.

Cahaya Alloh ( ucapan Sayyidina UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH , Syyidina ISA BIN MARYAM ABDULLOOH, UMU MARYAM AMATULLOOH) ----- WALAUPUN ORANG-ORANG KAFIR TDK MENNYUKAI UCAPAN / MENDENGAR UCAPAN TERSEBUT.

Bagaimana kalau kita sebagai orang muslim diam saja... diam bukankah berarti tak peduli atau diam berarti setuju..? kalau tidak setuju apa buktinya atau tanda sebagai kita tidak setuju dengan ucapan2 kaum yahudi dan nasrani tersebut..yang memfitnah Alloh swt. dan menghina Nabi Isa as dan menghina Nabi 'Uzair

Dibawah ini saya lampirkan dzikir Islam dan Iman untuk menyangkal fitnahan orang- orang yahudi,nasrani,dan majusi.
“LAA ILLAAHA ILALLOOH WAHDAHULA SYARIKALAH, MUHAMMADUR ROSUULULLOOH UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH, ‘ISA BIN MARYAM ABDULLOOH UMMU MARYAM AMATULLOOH HIYA LAISAT BISHOHIBAH ‘ALAIHIMUSHOLATULLOOH ”

Senin, 22 Februari 2010

1.Sayyidina 'Uzair adalah Hamba Alloh beliau bukan seperti yang di tuduhkan oleh org2 yahudi....
2.Sayyidina Isa adalah Hamba Alloh beliau bukan seperti yang di tuduhkan oleh org2 nasrani....
3.Sayyidatina Umma Maryam adalah Hamba Alloh beliau bukan seperti yang di tuduhkan oleh org2 majusi....

“LAA ILLAAHA ILALLOOH WAHDAHULA SYARIKALAH, MUHAMMADUR ROSUULULLOOH UZAIR BIN IMRON ABDULLOOH, ‘ISA BIN MARYAM ABDULLOOH UMMU MARYAM AMATULLOOH HIYA LAISAT BISHOHIBAH ‘ALAIHIMUSHOLATULLOOH ”

Kamis, 21 Januari 2010

مفـــــــتاح الرضـى لاإلـــــــــه الا إلله
محـمد رســــــول الله عزيـر بن عمران عـبد الله
عيـسى بن مريـم عبـد الله أم مريـم امـــــة الله
هـي ليـست بالصـاحبــة علـيهم صـــــلاة الله
كــل الـــخيـر من الله والــشـر لـيس من الله
والـشـر من نـفواســنا والــشر من هــوائـنا

Rabu, 13 Januari 2010

PINTU-PINTU MASUKNYA SYETAN


Hati manusia bagaikan benteng sedangkan syetan adalah musuh yang senantiasa mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya syetan ke dalam hati. Kalau kita ingin memiliki kemampuan untuk menjaga pintu agar tidak diserbu syetan, kita harus mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan syetan sebagai jalan untuk menguasai benteng tsb. Melindungi hati dari gangguan syetan adalah wajib oleh karena itu mengetahui pintu masuknya syetan itu merupakan syarat untuk melindungi hati kita maka kita diwajibkan untuk mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan jalan untuk menguasi hati manusia.
Pintu tempat masuknya syetan adalah semua sifat kemanusiaan manusia yang tidak baik. Berarti pintu yang akan dimasuki syetan sebenarnya sangat banyak, Namun kita akan membahas pintu-pintu utama yang dijadikan prioritas oleh syetan untuk masuk menguasai manusia. Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki syetan itu adalah:
1. Marah
Marah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara syetan. Bila manusia marah maka syetan bisa mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan kelereng atau bola. Orang marah adalah orang yang sangat lemah di hadapan syetan.
2. Hasad
Manusia bila hasud dan tamak menginginkan sesuatu dari orang lain maka ia akan menjadi buta. Rasulullah bersabda:” Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu buta dan tuli” Mata yang bisa mengenali pintu masuknya syetan akan menjadi buta bila ditutupi oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak melihat. Saat itulah syetan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke hati manusia sehingga orang itu mengejar untuk menuruti syahwatnya walaupun jahat.
3. Perut kenyang
Rasa kenyang menguatkan syahwat yang menjadi senjata syetan. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau melihat pada syetan beberapa belenggu dan gantungan pemberat untuk segala sesuatu seraya bertanya. Wahai iblis belenggu dan pemberat apa ini? Syetan menjawab: Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk menggoda anak cucu Adam.Yahya bertanya: Apa hubungannya pemberat ini dengan manusia ? Syetan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku beri pemberat sehingga engkau enggan untuk sholat dan dzikir. Yahya bertanya lagi: Apa lainnya? Tidak ada! Jawab syetan. Kemudian Nabi Yahya berkata: Demi Allah aku tidak akan mengenyangkan perutku dengan makanan selamanya. Iblis berkata. Demi Allah saya tidak akan memberi nasehat pada orang muslim selamanya.
Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya enam hal tercela:
• Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari hatinya.
• Menghilangkan rasa kasih sayang kepada makhluk lain karena ia mengira bahwa semua makhluk sama kenyangnya dengan dirinya.
• Mengganggu ketaatan kepada Allah
• Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak mendapatkan kelembutan
• Bila ia bicara tentang ilmu maka pembicaraannya tidak bisa menembus hati manusia.
• Akan terkena banyak penyakit jasmani dan rohani
4. Cinta perhiasan dan perabotan rumah tangga
Bila syetan melihat hati orang yang sangat mencintai perhiasan dan perabotan rumah tangga maka iblis bertelur dan beranak dan menggodanya untuk terus berusaha melengkapi dan membaguskan semua perabotan rumahnya, menghiasi temboknya, langit-langitnya dst. Akibatnya umurnya habis disibukkan dengan perabotan rumah tangga dan melupakan dzikir kepada Allah.
5. Tergesa-gesa dan tidak melakukan receck
Rasulullah pernah bersabda: Tergesa-gesa termasuk perbuatan syetan dan hati-hati adalah dari Allah SWT. Allah berfirman: ”Manusia diciptakan tergesa-gesa” dalam ayat lain dditegaskan: “Sesungguhnya manusia itu sangat tergesa-gesa. Mengapa kita dilarang tergesa-gesa? Semua perbuatan harus dilakukan dengan pengetahuan dan penglihatan mata hati. Penglihatan hata hati membutuhkan perenungan dan ketenangan. Sedangkan tergesa-gesa menghalangi itu semua. Ketika manusia tergesa-gesa dalam melakukan kewajiban maka syetan menebarkan kejahatannya dalam diri manusia tanpa disadari.
6. Mencintai harta
Kecintaan terhadap uang dan semua bentuk harta akan menjadi alat hebat bagi syetan. Bila orang memiliki kecintaan kuat terhadap harta maka hatinya akan kosong. Kalau dia mendapatkan uang sebanyak satu juta di jalan maka akan muncul dari harta itu sepuluh syahwat dan setiap syahwat membutuhkan satu juta. Demikianlah orang yang punya harta akan merasa kurang dan menginginkan tambahan lebih banyak lagi.
7. Ta’assub bermadzhab dan meremehkan kelompok lain.
Orang yang ta’assub dan memiliki anggapan bahwa kelompok lain salah sangat berbahaya. Orang yang demikian akan banyak mencaci maki orang lain.
Meremehkan dan mencaci maki termasuk sifat binatang buas. Bila syetan menghiasi pada manusia bahwa taassub itu seakan-akan baik dan hak dalam diri orang itu maka ia semakin senang untuk menyalahkan orang lain dan menjelekkannya.
8. Kikir dan takut miskin.
Sifat kikir ini mencegah seseorang untuk memberikan infaq atau sedekah dan selalu menyeru untuk menumpuk harta kekayaan dan siksa yang pedih adalah janji orang yang menumpuk harta kekayaan tanpa memberikan haknya kepada fakir miskin. Khaitsamah bin Abdur Rahman pernah berkata: Sesungguhnya syaitan berkata: Anak cucu Adam tidak akan mengalahkanku dalama tiga hal perintahku: Aku perintahkan untuk mengambil harta dengan tanpa hak, menginfakkannya dengan tanpa hak dan menghalanginya dar hak kewajibannya (zakat).
Sufyan berkata: Syetan tidak mempunyai senjata sehebat senjata rasa takutnya manusia dari kemiskinan. Apabila ia menerima sifat ini maka ia mengambil harta tanpa hak dan menghalanginya dari kewajiban zakatnya.

9. Memikirkan Dzat Allah
Orang yang memikirkan dzat Allah tidak akan sampai kepada apa yang diinginkannya ia akan tersesat karena akal manusia tidak akan sampai kesana. Ketika memikirkan dzat Allah ia akan terpeleset pada kesyirikan.

10. Suudzon terhadap orang Islam ghibah.
Allah berfirman dalam Surat Al Hujuroot 12 sbb.:
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Rasulullah pernah bersabda: Jauhillah tempat-tempat yang bisa memunculkan prasangka buruk.
Kalau ada orang yang selalu suudzdzon dan selalu mencari cela orang lain maka sebenarnya ia adalah orang yang batinnya rusak. Orang mukmin senantiasa mencari maaf dan ampunan tetapi orang munafik selalu mencari cela orang lain.
Itulah sebagian pintu-pintu masuknya syetan untuk menguasai benteng hatinya.
Kalau kita teliti secara mendetail kita pasti tidak akan mampu menghitung semua pintu masuknya syetan ke dalam hati manusia

Sekarang bagiamana solusi dari hal ini? Apakah cukup dengan zikrullah dan mengucapkan “Laa haula wa laa quwwata illa billah”? ketahuilah bahwa upaya untuk membentengi hati dari masuknya serbuan syetaan adalah dengan menutup semua pintu masuknya syetan dengan membersihkan hati kita dari sifat-sifat tercela yang disebutkan di atas. Bila kita bisa memutuskan akar semua sifat tercela maka syetan mendapatkan berbagai halangan untuk memasukinya ia tidak bisa menembus ke dalam karena zikrullah.
Namun perlu diketahui bahwa dzikir tidak akan kokoh di hati selagi hati belum dipenuhi dengan ketakwaan dan dijauhkan dari sifat-sifat tercela. Bila orang yang hatinya masih diliputi oleh akhlak tercela maka dzikrullah hanyalah omongan jiwa yang tidak menguasai hati dan tidak akan mampu menolak kehadiran syetan. Oleh sebab itu Allah berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. ( Al A’raaf 201)

Perumpamaan syetan adalah bagaikan anjing lapar yang mendekati anda. Bila anda tidak memiliki roti atau daging pasti ia akan meninggalkanmu walaupun Cuma menghardiknya dengan ucapan kata. Tapi bila di tangan kita ada daging maka ia tidak akan pergi dari kita walaupun kita sudah berteriak ia ingin merebut daging dari kita. Demikian juga hati bila tidak memiliki makanan syetan akan pergi hanya dengan dzikrullah. Syahwat bila menguasai hati maka ia akan mengusir dzikrullah dari hati ke pinggirnya saja dan tidak bisa merasuk dalam relung hati.
Sedangkan orang-orang muttaqin yang terlepas dari hawa nafsu dan sifat-sifat tercela maka ia akan dimasuki syetan bukan karena syahwat tapi karena kelalaian dari dzikrullah apabila ia kembali berdzikir maka syetan langsung takut. Inilah yang ditegaskan firman Allah dalam ayat sebelumnya:
Artinya: Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( Al A’roof ayat 200)

Dalam ayat lain disebutkan:
Artinya: Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (An Nahl 98-100)
Mengapa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bila Umar ra. Melewati suatu lereng maka syetan mengambil lereng selain yang dilewati Umar.”? Karena Umar memiliki hati yang bersih dari sifat-sifat tercela sehingga syetan tidak bisa mendekat. Kendatipun hati berusaha menjauhkan diri dari syetan dengan dzikrullah tapi mustahil syetan akan menjauh dari kita bila kita belum membersihkan diri dari tempat yang disukai syetan yaitu syahwat, seperti orang yang meminum obat sebelum melindungi diri dari penyakit dan perut masih disibukkan dengan makanan yang akan dicerna. Taqwa adalah perlindungan hati dari syahwat dan nafsu apabila zikrullah masuk kedalam hati yang kosong dari zikir maka syetan mendesak masuk seperti masuknya penyakit bersamaan dengan dimakannya obat dalam perut yang masih kosong.

Allah SWT berfirman :
Artinya: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (Qoof 37)


WAllahu a’lamu bis showab.
______________________________

_____________
Sumber : Dudung.Net - Penulis : Dr.H. Achmad Satori

Selasa, 12 Januari 2010

Strategi Setan Menjerumuskan Manusia
Sebelum kita mengetahui strategi setan menjerumuskan manusia, ada baiknya terlebih dahulu mengetahui Visi dan Misi setan.
Visi setan adalah memperbudak manusia dan Misi setan mengkondisikan manusia lupa kepada Alah SWT.

Adapun strategi setan untuk mewujudkan visi dan misinya adalah sbb :

1. Waswasah
Waswasah artinya membisikkan keraguan pada manusia ketika melakukan kebaikan atau amal sholeh. Saat kumandang azan subuh dan tubuh kita masih dililit selimut, terbersit dalam pikiran kita, "Nanti lima menit lagi". Ini adalah waswasah. Kenyataannya bukan lima menit tapi satu jam, akhirnya Sholat Shubuh terlambat bahkan tidak sholat.
2. Tazyin
Tazyin artinya membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan. Segala yang berbau maksiat biasanya terlihat indah, Misalnya, mengapa orang yang berpacaran lebih mesra daripada suami-istri? Jalan-jalan saat pacaran lebih mengesankan daripada setelah menikah. Ini karena ada unsur tazyin. Pacaran itu maksiat, sementara nikah itu ibadah. Maksiat disulap oleh setan sehingga terasa lebih indah, nikmat dan mengesankan. Inilah yang disebut strategi tazyin.
3.Tamanni
Tamanni artinya memperdaya manusia dengan khayalan dan angan-angan. Pernahkan terbersit niat akan Shalat Tahjud saat merebahkan badan di tempat tidur? Namun pada jam tiga saat wekwr berbunyi, kita cepat-cepat mematikannya lalu meneruskan tidur.
Pernahkan kita ingin bertobat? Namun pada sat maksiat ada di depan mata, kita tetap saja melakukannya. Ironisnya ini berlangsung berkali-kali. Inilah yang disebut strategi tamanni.
4. A'dawah
A'dawah artinya berusaha menanamkan permusuhan. Setan berikhtiar menumbuhkan permusuhan di anatara manusia. Biasanya permusuhan berawal dari prasangka buruk. Supaya manusia bermusuhan, setan biasanya menumbuhkan prasangka buruk.Karena itu waspadai kalau kita berprasangka buruk pada orang lain, sesungguhnya kita telah terperangkap strategi setan.
5. Takwif
Takwif artinya menakut-nakuti. Pernahkah merasa takut miskin karena menginfakkan sebagian harta, takut disebut sok alim karena datang ke majelis taklim? Kalau kita pernah merasakannya, inilah strategi takhwif.

6. Shaddun
Shaddun artinya berusaha menghalang-halangi manusia menjalankan perintah Allah dengan menggunakan berbagai hambatan. Pernahkah anda merasa malas saat mau melakukan sholat, atau mengantuk saat membacaAl Qur'an meskipun sudah cukup tidur? Ini adalah gejala shaddun dari setan.
7. Wa'dun
Wa'dun artinya janji palsu. Setan berusaha membujuk manusia agar mau mengikutinya dengan memberikan janji-janji yang menggiurkan. Akhirnya manusia mempercayainya. Misalnya, banyak kasus seorang wanita menyerahkan dirinya pada sang pacar karena dijanjikan akan dinikahi, namun setelah hamil sang pacar meninggalkannya begutu saja. Dia tidak mau bertanggung jawab. Inilah contoh wa'dun atau janji palsu dari setan.
8. Kaidun
Kaidun artinya tipu daya. Setan berusaha sekuat tenaga memasang sejumlah perangkap agar manusia terjebak. Pernahkah saat diberi tugas, kita berpikir nanti saja mengerjakannya krn waktu masih lama? Ternyata setelah dekat waktunya kita mengerjakan asal-asalan dan tergesa-gesa sehingga hasilnya tidak optimal atau ada kemunginan pada waktu yang ditentukan pekerjaan tidak selesai. Strategi ini disebut kaidun.
9. Nisyan
Nisyan artinya lupa. Sesungguhnya lupa itu adalah hal yang manusiawi. Lupa memang sesuatu hal yang manusiawi, tetapi setan berusaha agar manusia menjadikan lupa sebagai alasan untuk menutupi tanggung jawab. Pernahkan kita lupa menunaikan janji? lupa sholat? Kalau sesekali itu bisa disebut manusiawi, tetapi kalau sering dilakukan berarti terjebak strategi nisyan.

Demikian ringkasan tentang strategi setan. Semoga kita dapat mencermati dan berusaha agar tidak terjebak strategi setan laknatullah (setan yang dilaknat Allah)


______________________________________
Sumber :
Judul Buku : Strategi setan menjerumuskan manusia
(Menelanjangi strategi jin)
Pengarang : Ustadz Aam Amiruddin